Tugu Mataram Di Cawas Bisa Jadi Destinasi Pariwisata Sejarah Kabupaten Klaten

Posted by on Dec 2nd, 2012 and filed under FITUR, KLATEN, OPINI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry from your site

Tugu Mataram Di Cawas Bisa Jadi Destinasi Pariwisata Sejarah Kabupaten Klaten

Cawas – Tugu Mataram kuno berbentuk sepasang gapura, sebagai  warisan sejarah pasca perjanjian Giyanti yang hingga saat ini masih kokoh berdiri ini merupakan tanda batas wilayah kasunanan Surakarta dengan kasultanan Ngayogyakarta. Ada dua buah tugu, satu  berada di padukuhan Betro, desa Burikan, kecamatan Cawas, kabupaten Klaten posisinya di sebelah utara jalan adalah milik kasunanan Surakarta (bercat putih biru ), sedangkan satu tugu yang lain berada di selatan jalan tepatnya di padukuhan Mundon, desa Tancep, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah milik kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (tidak dicat).

Tugu batas milik kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun pada tanggal 29 Djoemadilawal 1867, sedangkan milik kasunanan Surakarta tanggal 22 Redjeb,Alib 1867. Bangunan tugu dibuat dari bahan semen, sedangkan prasasti  yang bertuliskan tanggal pembanguannnya serta symbol pura Mangkunegaran Solo dan kraton Yogya dibuat dari plat besi dengan ukiran indah, walaupun tampak berkarat dimakan usia. Tinggi bangunan sekitar  3,5 meter dengan lebar sekitar 4 meter, jarak antara kedua tugu  sekitar 15 meter. Menurut sesepuh desa yang bermukim tidak jauh dari tugu tersebut Sirngadi  (75 tahun), mengatakan bahwa ketika ia kecil sepasang tugu berbentuk gapura dengan bentuk sama tersebut sudah berdiri. Kalau di baca tanggal dan tahun pembangunannya berupa  tahun jawa, keduanya dibuat pada tahun yang sama yakni 1867. Untuk catatan bulan  tugu Jogja dibuat 2 bulan lebih dahulu (Djoemadilawal tanggal 29) dibanding milik Solo, yakni  bulan Redjeb tanggal 22. Mengenai umur tugu, bedasar tahun jawa  saat ini tahun 1946, sehingga diketahui bahwa kedua tugu batas tersebut dibuat  kira-kira 79 tahun yang lalu, demikian tambah Sirngadi.

Mengenai keamanan aksesoris tugu yang  berada di bulak tersebut memang rawan pencurian. Seperti dituturkan Sukardi tokoh desa setempat  beberapa tahun yang lalu logo kraton Mangkunegaran dicuri orang tak dikenal pada saat malam hari, tetapi anehnya setelah berjalan kira-kira 50 meter kearah barat kendaraan maling tersebut macet, akhirnya symbol pura mangkunegaran tersebut dikembalikan dan kendaraannya bisa jalan. Kemudian oleh masyarakat logo tersebut dipasang kembali, sehingga sekarang terlihat hasil pemasangannya tidak serapi aslinya.

Tugu yang sering disebut sebagai  “Tugu Mataram” ini dapat menjadi saksi sejarah, dipecahnya bumi Mataram menjadi dua bagian dimasa perjanjian Giyanti, yakni Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Warisan budaya ini perlu dilestarikan agar generasi mendatang masih dapat menemukan artefak  sejarah  ketika negeri ini masih berbentuk kerajaan.

Pemerintah kabupaten Klaten dapat menjadikan tugu Mataram ini sebagai situs warisan budaya dan sebagai destinasi pariwisata  sejarah yang dikemas dalam suatu  paket obyek lain di Klaten. Barangkali masih banyak warga masyarakat Klaten yang belum tahu dan melihat dari dekat keelokan tugu  Mataram yang bersejarah ini.

Oleh  : Kiswanto

 

Tags:

sejarah klaten (24) sejarah kota klaten (7) sejarah kota klaten jawa tengah (4) sejarah peta kabupaten klaten (4) cawas klaten (3)

Jilbab Anak Trend
Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply

SUKA KLATEN.INFO?

SUB KLATEN INFO

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Shopious, Tempat Jual Beli Online Produk Fashion

Shopious, Tempat Jual Beli Online Produk Fashion

July 25th, 2015

Jika Anda penggila belanja online untuk produk-produk fashion, Anda harus mencoba Shopious salah sat[...]

Video Anak-anak Pengkoleksi (Kolektor) Batu Akik

Video Anak-anak Pengkoleksi (Kolektor) Batu Akik

April 29th, 2015

Di Indonesia akhir-akhir ini memang sedang ramai perbincangan batu akik, dari kapung-kampung sampai [...]

Obyek Wisata Umbul Ponggok Direvitalisasi

Obyek Wisata Umbul Ponggok Direvitalisasi

March 16th, 2015

KLATEN (KRjogja.com) - Objek wisata (Obwis) Umbul Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten baka[...]

Desa di Klaten Dapat Jatah Rp53 Miliar dari APBN 2015

Desa di Klaten Dapat Jatah Rp53 Miliar dari APBN 2015

March 16th, 2015

KLATEN – Proses pencairan dana desa untuk 391 desa di Klaten hingga kini masih menunggu instruksi pe[...]

Pilkada, KPUD Klaten Masih Tunggu Peraturan Pusat

Pilkada, KPUD Klaten Masih Tunggu Peraturan Pusat

March 16th, 2015

Klaten — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Klaten masih menanti terbitnya regulasi dari KPU Pusat [...]

Pembangunan Pasar Srago Digelontor Rp 5,5 Miliar

Pembangunan Pasar Srago Digelontor Rp 5,5 Miliar

March 16th, 2015

Klaten — Pembangunan Pasar Srago di Kecamatan Klaten Tengah digelontor anggaran sebesar Rp 5,5 milia[...]

Wahh Kerenn.. Polwan Gagalkan Distribusi Miras

Wahh Kerenn.. Polwan Gagalkan Distribusi Miras

March 16th, 2015

KLATEN (KRjogja.com) - Tim Srikandi Babat Pekat Polres Klaten berhasil menggagalkan pendistribusian [...]

Grand Prix Ring Papburi Klaten Sudah Dimulai

Grand Prix Ring Papburi Klaten Sudah Dimulai

January 20th, 2015

Klaten – Para peternak kenari yang dibina oleh Papburi Klaten dengan wadah PPK (Peternak Papburi Kla[...]

Klaten Si Raja Beras dari Jawa Tengah

Klaten Si Raja Beras dari Jawa Tengah

January 20th, 2015

Klaten: Brigade pangan Kabupaten Klaten (Jateng) bersama petani dan TNI mendukung program swasembada[...]

Umbul Ponggok, Bunaken van Klaten

Umbul Ponggok, Bunaken van Klaten

January 11th, 2015

Umbul Ponggok Klaten - Jajaran pohon Gayam (Inocarpus fagifer) menggelilingi hampir separo umbul. Ai[...]

Birokrat Lokal Ramaikan Bursa Pemilihan Bupati Klaten

Birokrat Lokal Ramaikan Bursa Pemilihan Bupati Klaten

January 11th, 2015

Klaten - Kejutan mewarnai proses penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati periode 201[...]

Kisah Pilu Mbah Dablok Yang Terasing Dari Keramaian

Kisah Pilu Mbah Dablok Yang Terasing Dari Keramaian

October 20th, 2014

Klaten ~ Masih sering terdengar dan lazim adanya cerita sejumlah suku yang hidup terasing ditengah h[...]

Iklan Klaten

TRAFIK

free counters