Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Tak bisa bayar utang, backhoe PDAU disita, Kredit bermasalah Bank Pasar Rp 3 M

Tak bisa bayar utang, backhoe PDAU disita, Kredit bermasalah Bank Pasar Rp 3 M

(50 Views) July 19, 2009 6:35 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) –  Direktur Utama PD Bank Pasar Klaten, Untung Sriyanto mengungkapkan kredit bermasalah banknya mencapai Rp 3 miliar. Kredit bermasalah itu berasal dari sedikitnya 5.000 debitur yang kesulitan membayar utang.

Demi mengatasi permasalahan tersebut, Bank Pasar Klaten berencana memanggil para debitur terkait. Bank Pasar telah membentuk tim untuk penyelesaian kredit bermasalah itu. “Nanti tim yang akan melihat dan mengkaji ulang permasalahan debitur apa saja?” ujar Untung Sriyanto kepada wartawan, Jumat (17/7).

Permasalahan umum yang terjadi dalam pengembalian kredit tersebut, lanjut dia, adalah penurunan kemampuan bayar dari para debitur. Karena itu, Bank Pasar berencana melakukan restrukturisasi utang yang dimiliki debitur. Minimal dengan merestrukturisasi, kata Untung, debitur bisa menyesuaikan kemampuan bayar yang mereka miliki. “Yang jelas tetap ditagih, dan bukan pemutihan (utang),” bebernya.

Berdasarkan catatan, debitur terbesar Bank Pasar yang pengembalian kreditnya bermasalah adalah Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Klaten. PDAU, jelas Untung, telah mengajukan pinjaman mencapai Rp 999 juta untuk membeli dua unit backhoe terkait pengembangan usaha PDAU. Namun dalam perjalanannya, PDAU terlihat sulit melakukan pengembalian kredit.

PDAU meminjam uang ke Bank Pasar Klaten sejak tahun 2008 untuk jangka waktu tiga tahun, dan baru bisa memenuhi kewajiban angsuran selama lima bulan. Rata-rata pembayaran angsuran per bulan mencapai Rp 38 juta.

Backhoe PDAU

Atas kredit macet PDAU itu, Bank Pasar menurut Untung, mengambil langkah mengamankan dua unit backhoe yang sebelumnya dibeli oleh perusahaan itu. “Bukan disita. Istilahnya, kami memberi tempat, agar ada tanggung jawab untuk melunasi. Bila backhoe digunakan untuk usaha penyewaan, uang sewa semestinya untuk mengangsur. Ternyata dalam perjalanannya, angsuran agak sulit,” jelas Untung.

Saat ini, PDAU dan Bank Pasar tengah berembuk untuk mencari solusi terbaik mengenai penyelesaian kredit bermasalah tersebut. Anggota Dewan Pengawas PDAU Klaten, Sri Sumanto mengungkapkan, Pemkab segera menggelar pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. “Untuk sementara, backhoe diletakkan di Bank Pasar dulu,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi triwulanan BI periode Juni 2009, Bank Pasar berada dalam kondisi sehat. Laba bersih tahun berjalan 2009, saat ini berada dalam posisi Rp 1,6 miliar. Sementara jumlah kontijensi pendapatan bunga dalam penyelesaian mencapai Rp 5,3 miliar. Pada tahun lalu, kontribusi Bank Pasar ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai kisaran Rp 1 miliar. Sementara pada tahun ini target pemasukan ke PAD mencapai Rp 1,1 miliar. – Oleh : Heriyono Adi Anggoro

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 18 Juli 2009 , Hal.VII

Tags:

PDAU kab klaten

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Tak bisa bayar utang, backhoe PDAU disita, Kredit bermasalah Bank Pasar Rp 3 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *