Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » MASYARAKAT » Sawah puso meningkat 160%

Sawah puso meningkat 160%

(0 Views) March 8, 2011 7:03 pm | Published by | No comment

Klaten (Espos) Total tanaman padi di Klaten yang mengalami gagal panen alias puso terus meningkat. Berdasarkan catatan Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten lahan pertanian padi yang puso naik dari 60 ha menjadi 156 ha atau 160% dalam setengah bulan.

“Saat ini, luas tanaman yang terserang wereng di Klaten mencapai 1.596 hektare. Padahal, pertengahan Februari lalu baru seluas 1.177 hektare,” papar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo, Kamis (3/3).

Ganasnya serangan wereng tersebut, kata Wahyu, sungguh sulit dikendalikan. Bahkan hama wereng saat ini cenderung lebih kebal dan selalu meluas ke daerah-daerah lainnya yang semula bebas wereng.

“Rata-rata menyerang pada tanaman yang masih berusia 1,5 bulan hingga menjelang panen. Dan herannya, jumlah tanaman yang puso berkembang pesat,” paparnya.

Menurut Wahyu, serangan hama wereng meluas di 18 kecamatan di Klaten. Melihat kondisi terakhir ini, kata dia, kecenderungan serangan hama wereng rupanya telah bergeser dari Klaten wilayah barat ke Klaten wilayah timur.

“Sekarang, serangan hama wereng terluas berada di Kecamatan Wonosari di mana lahan pertanian seluas 84 hektare dinyatakan puso. Dulu, kan berada di Klaten sisi barat. Namun, nampaknya sekarang kembali ke Klaten sisi timur,” terangnya.

Selain di Kecamatan Wonosari, lahan pertanian lainnya yang puso berada di Kecamatan Juwiring seluas 30 hektare, Karanganom seluas 27 hektare, disusul Kecamatan Delanggu, Jogonalan, serta Ngawen.

Total tanaman padi di Klaten yang berada dalam status terancam wereng, kata dia, saat ini mencapai 3.455 hektare. Angka ini diprediksikan akan meluas mengingat kondisi cuaca ekstrem masih akan terus terjadi hingga akhir Maret.

“Menurut keterangan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-red), hujan ekstrem masih terus terjadi hingga akhir Maret. Ini akan membuat tanaman pertanian kian lembap,” paparnya.

Ganti bibit

Menanggapi kenyataan itu, anggota Komisi II DPRD Klaten, Suharna menyarankan petani beralih ke bibit tanaman unggul serta kebal hama wereng. Sebab, sejak beberapa tahun belakangan ini, petani di Klaten terus terpuruk seakan tak ada lagi obat untuk membasmi wereng.

Menurutnya, ada satu perusahaan di Kabupaten Subang, Jawa Barat yang telah mengembangkan varietas kebal hama wereng. “Saya dapat informasi ada varietas padi jenis PB42 tahan terhadap serangan hama wereng. Namun, kelemahannya padinya agak keras. Ini lebih cocok untuk bahan mi instan. Tapi ketimbang petani tak panen,” katanya.

Selain memulai mencari bibit unggul, katanya, petani di Klaten juga harus kembali ke pupuk organik. Sebab, sejumlah penelitian membuktikan bahwa tanaman dengan memakai pupuk organik akan lebih tahan hama dan hasilnya lebih bagus. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 04 Maret 2011 , Hal.V


Tags:
Categorised in:

No comment for Sawah puso meningkat 160%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *