Roin, Perantau Yatim Penjual Siomay Keliling

Oleh dipublikasikan tanggal Jul 5th, 2016 pada kategori KLATEN.


Di zaman sekarang ini tentu terbayang bagaimana rasanya menjadi seorang anak yatim yang harus berjuang untuk menghidupi keluarganya. Inilah kenyatan hidup yang harus dijalani oleh Roin, anak laki-laki asal kampung Citimbang, Salem, Brebes yang sehari-harinya berjualan siomay keliling di daerah Ngemplak, Seneng, Manisrenggo, Klaten. Roin menceritakan tidak ada yang memaksanya untuk meninggalkan sekolah dan merantau ke Klaten bersama tujuh anak lainnya untuk berjualan siomay keliling.

Roin, Perantau Yatim Penjual Siomay Keliling

Roin, Perantau Yatim Penjual Siomay Keliling

Pekerjaan berjualan semata-mata dilakukan untuk menghidupi ibu dan adik yang ada di kampung halaman, karena ia sadar, sang ibu tidak akan mampu untuk sendirian dalam berjuang membiayai keluarganya. Roin mengisahkan, dirinya adalah anak ketiga dari empat  bersaudara dan  ia datang bersama kedua kakaknya yang diantara oleh sang jurangan bernama Wagi. Sang juragan membolehkan, Roin ikut dirinya untuk berjualan siomay keliling setelah ayahnya meninggal. Di Klaten, ia dan kedua kakaknya tinggal bersama dengan juragan Wagi dan sehari-harinya, ia membantu mempersiapkan sendiri dagangan siomay bakar yang akan ditawarkan pada pembeli. Meski pendapatan harian yang ia dapatkan tidak banyak, namun uang yang dikumpulkan bersama kedua kakaknya cukup untuk membiayai hidupnya sehari-hari dan membantu perekonomian ibu dan adiknya di kampung. Saat ditanya, apakah tidak ada keinginan untuk dirinya bersekolah seperti anak lain seusianya, Roin menyatakan dirinya ingin sekali sekolah, namun baginya saat ini yang terpenting adalah bagaimana caranya ia dan keluarganya bisa bertahan hidup di tengah kerasnya persaingan para penjual makanan yang tentu lebih pintar daripada dirinya. Ia juga sempat menyatakan awalnya sang ibu sempat melarang keputusannya, namun saat ia bersikeras untuk berangkat ke Klaten agar perekonomian keluarganya bisa terbantu, sang ibu akhirnya merestuinya. Ini adalah salah satu potret kehidupan yang nyata menunjukkan bahwa masih banyak anak kurang beruntung hidup disekitar masyarakat dengan berbaga strata yang ada. Namun hal tersebut, terasa kontras dengan adanya keluhan banyak tenaga kerja maupun buruh yang ingin kebutuhan hidupnya diperhatikan dengan baik oleh pengusaha maupun pemerintah.




Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?