Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Ratusan tabung elpiji bocor

Ratusan tabung elpiji bocor

(0 Views) July 15, 2010 10:25 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) Sekitar 800 tabung gas elpiji ukuran 3 kg ditemukan dalam kondisi bocor di Stasiun Pengisaian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Kanama di Desa Karangwuni, Kecamatan Ceper, Klaten.

Manager Operasional PT Kanama, Hendra Gunawan mengatakan sekitar 800 tabung elpiji yang bocor itu merupakan jumlah komulatif sejak tanggal 1 Juni lalu. Menurutnya, jumlah tabung elpiji ukuran 3 kg yang mengalami kerusakan rata-rata mencapai 30 buah per hari. Umumnya, kebocoran tabung gas LPJ itu dikarenakan adanya kerusakan pada bagian valve atau alat yang menghubungkan lubang tabung dengan regulator.

“Pemasangan valve itu biasanya mengendor sehingga mengeluarkan bau gas. Mengendornya pemasangan valve itu dikarenakan perlakuan konsumen sendiri,” tutur Hendra saat ditemui wartawan di sela-sela acara inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Rabu (14/7).

Hendra mengaku tidak berani mendistribusikan 800 tabung gas elpiji yang rusak itu kepada agen demi keamanan konsumen. Menurutnya, kerusakan pada valve bisa mengakibatkan ledakan jika tabung gas tetap digunakan. Hingga kini, sekitar 800 tabung gas LPJ yang bocor itu masih tersimpan di SPBE PT Kanama, Karangwuni.

“Tabung-tabung itu akan kami kembalikan ke Pertamina. Kami sudah menerima surat perintah pengembalian tabung gas yang rusak itu dari Pertamina,” ujar Hendra.

Dia menjelaskan, kebocoran tabung gas bisa diketahui melalui bau menyengat yang dikeluarkannya. Untuk memastikan ada tidaknya kebocoran itu bisa menggunakan sabun dan air. “Tabung yang bocor kalau diolesi air sabun di bagian valve akan mengeluarkan busa. Sementara kalau dimasukkan ke air, tabung itu akan mengeluarkan gelembung udara,” papar Hendra.

Sementara itu, Kasubag Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Perindagkop UMKM) Bagian Perekonomian Setda Pemkab Klaten, Srihadi mengatakan, Sidak itu digelar sebagai bentuk pengawasan peredaran tabung gas LPJ di wilayah Klaten. Selain di SPBE, siang itu pihaknya juga menggelar Sidak ke sejumlah agen dan pangkalan tabung gas LPJ ukuran 3 kg yang tersebar di Klaten.

Di sisi lain, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Wonogiri Consumer Crisis (WCC) mulai merekrut petugas sosialisasi sekaligus pendataan untuk penukaran regulator dan selang tabung elpiji 3 kg. Dibutuhkan sembilan petugas di tiap kecamatan sehingga totalnya ada 225 petugas untuk menyosialisasikan distribusi 1 juta regulator dan selang.

Sebagaimana diinformasikan, LPKSM WCC adalah lembaga yang ditunjuk sebagai rekanan PT Pertamina untuk melakukan sosialisasi sekaligus pendataan penukaran regulator dan selang tabung elpiji di wilayah Wonogiri.

“Tadi malam (Selasa-red) kami bersama LPKSM kabupaten/kota lain di wilayah Soloraya telah dikumpulkan di Klaten untuk mendapatkan penjelasan dari pihak Pertamina mengenai teknis sosialisasi dan pendataan penukaran selang dan regulator tabung elpiji,” jelas Ibrahim, saat dihubungi, Rabu (14/7).

Ibrahim menjelaskan, rencananya, sosialisasi itu dilakukan tim beranggotakan sembilan orang di tiap kecamatan. Tim itulah yang akan berkeliling ke pelosok-pelosok desa, melakukan sosialisasi tentang cara aman menggunakan tabung dan kompor elpiji.

Tim juga akan menginformasikan mengenai pentingnya menggunakan selang dan regulator ber-SNI lalu mendata warga yang ingin menukarkan selang dan regulatornya dengan selang dan regulator SNI dari Pertamina dengan harga yang sudah disubsidi, yaitu antara Rp 35.000-Rp 40.000. – Oleh : M Khodiq Duhri/Suharsih

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 15 Juli 2010 , Hal.I

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Ratusan tabung elpiji bocor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *