Ratusan pedagang masih enggan tempati Pasar Delanggu

Oleh dipublikasikan tanggal Dec 19th, 2008 pada kategori MASYARAKAT.


Delanggu (Espos) – Para pedagang yang belum bersedia menempati Pasar Delanggu seusai dibangun, masih bertahan di trotoar Lapangan Merdeka. Bahkan, jumlah pedagang yang berada di lokasi itu semakin bertambah hingga lebih dari 300 orang.

Sebelum tuntutan pedagang dipenuhi, mereka menyatakan enggan menempati Pasar Delanggu. Sudah sekitar setahun lebih, ratusan pedagang itu memilih menempati lokasi di trotoar depan Lapangan Merdeka untuk meneruskan usaha mereka.

Wahyuni, 50, pedagang sayur dan buah-buahan, menyatakan lebih memilih menetap di tempat itu lantaran semakin ramai pengunjung. Apalagi, lanjut dia, tuntutan akan uji kelayakan bangunan yang selama ini diminta pedagang belum juga dituruti aparat terkait.

”Sekarang yang berdagang di sini justru semakin banyak. Bahkan, yang semula sudah kembali berjualan di Pasar Delanggu malah ikut-ikutan pindah ke sini,” kata Wahyuni saat ditemu Espos, Minggu (14/12).
Menurut Wahyuni, jumlah pedagang di trotoar itu lebih dari 300 orang. Jumlah pengunjung dan pelanggan tempat yang kini menjadi Pasar Rakyat Delanggu tersebut juga semakin bertambah, sehingga pedagang juga semakin betah berdagang di lokasi itu.

”Memang los dan kios di trotoar ini hanya dibuat seadanya. Tapi ini lebih baik dari pada harus pindah ke Pasar Delanggu. Selain belum ada jaminan kelayakan bangunan, kami masih harus mengangsur harga beli yang tidak terjangkau oleh kami,” jelasnya.

Wahyuni menambahkan dengan penghasilan rata-rata Rp 20.000 per harinya, ia keberatan jika harus membeli kios dengan harga Rp 40 juta-Rp 60 juta. Maka dari itu, sebagai pedagang lama yang sebenarnya mendapatkan jatah kios setelah dibangunnya pasar tersebut, dia memilih meninggalkan tempat itu dan tetap bertahan di lokasi yang sudah ia tempati lebih dari setahun tersebut.
Segera teratasi

Hal senada disampaikan Daliyo, 58, pedagang Sembako. Dua los di Pasar Delanggu yang seharusnya dia tempati ditinggalkan begitu saja. Dia berharap polemik Pasar Delanggu segera teratasi. Sebab, hal itu sudah berlarut-larut dan merugikan pedagang.

Terkait hal itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D), Sugeng Prayitno, menambahkan sampai sekarang wadah aspirasi pedagang lama yang berjumlah ratusan itu tetap meneruskan perjuangan mereka. Berbagai upaya sudah ditempuh, baik lewat jalur hukum maupun mediasi guna memperjuangkan hak-hak para pedagang.

”Jika belum ada uji kelayakan bangunan kami tetap tak bersedia pindah. Lihat saja, di pasar baru itu dindingnya ada yang sudah retak, dan ada yang bocor,” pungkasnya. – Oleh : m74

Sumber: SOLOPOS/171208




1 Response for “Ratusan pedagang masih enggan tempati Pasar Delanggu”

  1. Sudah hampir 2 tahun, ratusan pedagang Pasar Delanggu memilih menempati lokasi di trotoar depan Lapangan Merdeka untuk meneruskan usaha mereka…

Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?