Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Ratusan kelompok tani diduga fiktif

Ratusan kelompok tani diduga fiktif

(70 Views) April 16, 2010 6:56 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) Sekitar 30% dari 1.008 kelompok tani di Kabupaten Klaten disinyalir tidak jelas keberadaannya. Forum Komunikasi dan Informasi Simpul Petani (FKISP) Klaten menyebut ratusan kelompok tani itu ada namun tiada.

“Tidak jelas kondisinya,” tegas Koordinator FKISP Klaten, Wening Swasono seusai audiensi dengan jajaran Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten di Aula Kantor Dispertan setempat, Senin (12/4).

Dalam audiensi itu, FKISP mempertanyakan hasil revitalisasi kelompok tani yang dilakukan Pemkab tahun 2007 lalu. “Sebab temuan di lapangan serta masukan yang kami peroleh menunjukkan ada sekitar 30% kelompok tani yang tinggal nama alias sama sekali tak berkegiatan,” ungkap Wening Swasono.

Dia menambahkan, ketidakjelasan hasil revitalisasi kelompok tani mengakibatkan bantuan yang disalurkan pemerintah tidak sampai ke petani. Bahkan, lanjutnya, ada bantuan yang terindikasi hanya diterima oleh ketua kelompok tani, namun anggotanya tidak tahu-menahu.

Di sisi lain, munculnya makelar proposal bantuan membuat kelompok tani yang aktif berkegiatan justru tak tersasar bantuan. Dia mengatakan, selama ini bantuan yang turun hanya diketahui orang-orang tertentu di tingkat desa dan seringkali tidak terakses oleh kelompok tani.

Tepat sasaran

Oleh sebab itu, Wening menuturkan, Dinas perlu mengecek kondisi riil kelompok tani dan memperjelas klasifikasi tingkat pemula atau utama. Hal itu menurut dia penting demi mendapatkan data valid kelompok tani sehingga bantuan bisa tepat sasaran.

Wening menguraikan, dalam APBD 2011 mendatang Pemkab didesak menampilkan nama-nama kelompok tani penerima manfaat. Selama ini, kelompok tani tani disebutkan dalam APBD hanya glondongan sehingga membuka peluang bagi oknum untuk menitipkan proposal bantuan melalui kalangan Dewan atau pejabat Pemkab. “FKISP juga terus cross check tentang kondisi faktual di lapangan,” katanya

Ditambahkan anggota FKISP, Abdul Muslih, korupsi bantuan seolah ditoleransi dengan ucapan pejabat yang menyatakan korupsi boleh asal jangan banyak-banyak. “Ucapan semacam itu menyesatkan karena bisa dianggap imbauan,” kata dia. Menurutnya, kelompok tani juga harus proaktif sehingga di kemudian hari tak terjadi kebocoran atau bantuan tak tepat sasaran.

Kepala Dispertan Klaten, Sri Mulyaningsih mengungkapkan, pihaknya segera mengevaluasi dan mengadakan pertemuan dengan kelompok tani. Dikatakannya, penentuan kelompok tani penerima bantuan bersumber usulan dari bawah yang disahkan oleh kepala desa (Kades) setempat. “Sebab desa dinilai paling tahu dengan kondisi wilayah masing-masing. Jika ada yang menyimpang akan dievaluasi.”

Dia menambahkan, korupsi harus diberantas tanpa toleransi. Menurutnya, ungkapan soal korupsi kemungkinan hanya kelakar sehingga tak seharusnya dianggap sebagai imbauan. Ia meminta jika FKISP menemukan hal menyimpang segera ditunjukkan ke Dinas. – Oleh : Rohmah Ermawati

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 13 April 2010 , Hal.VII


Tags:

kelompok tani aktif kec wonosari klaten

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Ratusan kelompok tani diduga fiktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *