Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » FITUR » Posyandu di Klaten dapat Kunjungan dari Unicef dan Uni Eropa

Posyandu di Klaten dapat Kunjungan dari Unicef dan Uni Eropa

(88 Views) November 1, 2012 2:30 pm | Published by | No comment

sumber gambar: kedaulatanrakyat.co.id

Posyandu di Desa Baturan, Gantiwarno dan Desa Pandes, Wedi pada Rabu (31/10) mendapat kunjungan dari perwakilan Unicef Indonesia dan dari Negara Thailand serta perwakilan Uni Eropa. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau sejauh mana peningkatan gizi pada anak-anak dan memutus siklus kasus gizi buruk dan anak pendek (stunting).

Para perwakilan dari Unicef dan Uni Eropa di Posyandu Desa Pandes melihat langsung kegiatan PLA (Planning and Learning Action) dan PMBA (Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak). Perwakilan Unicef dan Uni Eropa tersebut mengapresiasi tingginya gerakan sadar gizi yang dilakukan oleh masyarakat. Total terdapat 140 bayi dengan umur di bawah 2 tahun dalam kegiatan itu. Namun, mereka juga menemukan 19 bayi dengan umur dibawah dua tahun (baduta) mengalami gejala pendek (stunting) dan 1 bayi menderita gizi buruk. Bayi pendek (stunting) itu rencananya akan dirujuk ke Puskesmas Wedi untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut salah seorang Bidan Desa Pandes, Sri Budiati, peningkatan gizi anak harus sudah dilakukan sejak kelahiran anak. Antara lain, pemberian ASI ditambah dengan makanan pendamping ASI sampai anak menginjak umur 2 tahun. Kekurangan gizi banyak disebabkan karena pemahaman orang tua terhadap bayi yang masih sangat kurang serta faktor ekonomi. Seperti diketahui bahwa Desa Pandes merupakan desa percontohan gerakan nasional sadar gizi.
Selanjutnya, rombongan tersebut melanjutkan kunjungan ke Posyandu di Desa Baturan, Gantiwarno. Sama seperti kunjungan di Desa Pandes, mereka ingin mengetahui juga pelaksanaan gerakan sadar gizi.

Oleh: Agus Winarso

Tags:

berita online klaten kehilangan jawa tengah loker di puskesmas gantiwarno pandes wedi klaten

Tags: ,
Categorised in: , ,

No comment for Posyandu di Klaten dapat Kunjungan dari Unicef dan Uni Eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *