Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Polisi turun tangan, konflik MAN mereda

Polisi turun tangan, konflik MAN mereda

(0 Views) February 27, 2010 6:31 am | Published by | No comment

Prambanan (Espos) Campur tangan Kapolsek Prambanan, AKP Heru Setyaningsih memediasi Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Prambanan, Drs H Chusni dan murid-muridnya berhasil meredakan konflik di antara mereka.

Meskipun persoalan yang mendasari protes siswa tak tuntas, campur tangan polisi berhasil memaksa Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) setempat menurunkan tuntutan. Semula, para siswa yang melakukan mogok belajar dan bersiap melakukan demonstrasi itu menuntut Pramono Hadi, rekan mereka yang dikeluarkan secara sepihak oleh kepala sekolah diterima kembali sebagai siswa.

Mereka juga menuntut agar Chusni dipecat dari jabatan kepala sekolah. Namun setelah adanya campur tangan aparat kepolisian, Ketua OSIS MAN Prambanan, Teguh Wiyono menyatakan, menerima janji Kepala MAN untuk mengubah sikap yang selama ini dianggap dingin terhadap siswa. Sedangkan Chusni sendiri bersikukuh mengeluarkan Pramono Hadi dari sekolah yang dipimpinnya.

Sumber resmi sekolah mengakui, pertemuan antara guru dan murid itu sempat berlangsung alot lantaran Kepala MAN tidak mau mengubah keputusan untuk mengeluarkan Pramono Hadi, siswa Kelas XI IPS. Sebaliknya, para siswa juga tetap kukuh kepada pendirian mereka. Seperti diberitakan SOLOPOS (25/2), bahkan Sukami, 55, ibunda Pramono pun tak tahu persis alasan dikeluarkannya putranya dari sekolah. Ketidakjelasan alasan dikeluarkannya Pramono Hadi itu menyulut aksi solidaritas puluhan orang temannya. Sejak Selasa (23/2) lalu, mereka pilih mogok belajar.

Diakui Sukami, kondisi psikologi putranya terganggu setelah keluarga mereka menjadi korban penipuan senilai Rp 100 juta dengan modus gendam. Depresi yang melanda Pramono itu diakui Sukami tampak menurunkan motivasi belajar putranya. Namun bukannya menumbuhkan kembali semangat belajar anak didik mereka yang diakui ibundanya beberapa kali tidak masuk sekolah, para pendidik di MAN Prambanan malah melucuti status pelajar dari anak didik mereka itu.

Sesuai prosedur

Setelah dilakukan pertemuan tertutup antara pihak sekolah dan siswa yang diwakili para pengurus OSIS di bawah pengawasan polisi, konflik dinyatakan mereda. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Anang Zamroni yang menerima wartawan seusai pertemuan itu menyatakan keputusan mengeluarkan Pramono sudah sesuai prosedur. Dipaparkannya, sebelum diputuskan untuk dikeluarkan, pihaknya sudah beberapa kali memberi peringatan kepada siswa tersebut karena sering membolos.

Pramono menurut dia bahkan sempat diskors selama sepekan. Namun sikapnya tak berubah. Pramono bahkan kembali tidak masuk sekolah selama tiga hari. “Pihak sekolah sudah melakukan peringatan kepada siswa tersebut beberapa kali. Bahkan, menemui yang bersangkutan dan orangtuanya di rumahnya. Karena tidak juga memperlihatkan perubahan sikap, kami akhirnya memutuskan untuk mengeluarkannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Anang mengungkapkan, akan menyerahkan keputusan akhir pada Kakandepag Klaten karena keputusan keluarnya Pramono sudah sampai Kakandepag Klaten. Kalaupun Kakandepag meminta Pramono diterima kembali sebagai siswa sekolah tersebut, pihak sekolah akan menerima dengan syarat siswa tersebut mau mengubah sikapnya.

Sementara itu, Ketua OSIS, Teguh Wiyono, mengungkapkan sedikit puas dengan hasil mediasi tersebut. Pihaknya akan menuruti keputusan sekolah dengan syarat Chusni mau mengubah sikapnya yang dingin terhadap siswa. Sebab, selama ini Kepala MAN itu dianggap kurang ramah dan jarang tersenyum kepada siswa. – Oleh : Panca Okta Hutabrina

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 27 Februari 2010 , Hal.VII


Categorised in: ,

No comment for Polisi turun tangan, konflik MAN mereda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *