Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » FITUR » Peningkatan Mutu Genetik Sapi Potong Dengan Inseminasi Buatan

Peningkatan Mutu Genetik Sapi Potong Dengan Inseminasi Buatan

(197 Views) November 8, 2012 7:14 pm | Published by | No comment

Inseminasi Buatan

Kemajuan bioteknologi reproduksi dibidang peternakan sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas produksi ternak. Produksi ternak khususnya sapi potong dapat ditingkatkan melalui bioteknologi Inseminasi Buatan (IB),karena memang  IB mempunyai peran sangat penting dalam peningkatan mutu genetik ternak.

Apakah Inseminasi Buatan itu?

IB merupakan bioteknologi reproduksi tepat guna dengan memanfaatkan pejantan unggul yang memiliki potensi genetik tinggi melalui produksi semen beku atau semen cair yang diinseminasikan pada induk betina untuk memperoleh pedet-pedet unggul. Dengan melaksanakan IB kemungkinan terjadinya kontaminasi penyakit menular seperti pada perkawinan alam dapat dihindarkan. Pemanfaatan IB akan menjamin efektivitas peningkatan kualitas genetik serta efisiensi terhadap reproduksi dari seekor pejantan. Hal ini disebabkan seekor pejantan unggul dapat menghasilan produksi semen beku sebanyak 20.000 -30.000 dosis,bilamana service perconception sama dengan dua  maka dalam satu tahun akan diperoleh anak keturunan yang berkualitas sebanyak 10.000 -15.000 ekor.Pejantan unggul memiliki sifat genetic transmitted ability yaitu kemampuan menurunkan sifat genetik yang tinggi.

Tujuan IB dengan pemanfaatan pejantan unggul dapat untuk penciptaan breed baru,persilangan ternak(cross breeding),grading up,dan pemurnian ternak.Namun secara khusus Inseminasi Buatan bertujuan untuk menjadikan sapi betina bunting dan melahirkan pedet yang mempunyai nilai genetik yang lebih baik dibanding dengan induknya.

Sapi betina dewasa normal memiliki siklus birahi antara 18 hari sampai dengan 24 hari,dengan demikian IB bisa dikatakan berhasil apabila 18-24 hari sesudah sapi betina di IB sapi betina tersebut tidak menunjukkan tanda –tanda birahi kembali.Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan IB diantaranya ketepatan saat IB,keterampilan insenminator,kualitas semen beku,kondisi alat reproduksi sapi betina yang di IB dan keterbatasan pengetahuan peternak terhadap kesehatan alat reproduksi.

Dalam rangka mendukung terwujudnya Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau ( PSDSK) tingkat Nasional tahun 2014, dan peningkatan kesejahteraan peternak ,IB perlu terus dikembangkan di Kabupaten Klaten secara terencana dan berkelanjutan.

Dengan kehadiran bioteknologi reproduksi Insenminasi Buatan pedet-pedet yang dilahirkan sudah berupa peranakan sapi sapi unggul.Nilai pedet lokal bila dibandingkan dengan pedet hasi IB sangat jauh ketinggalan,mengingat mutu genetiknya juga jauh dibawah pedet peranakan hasil insenminasi buatan.

Dengan IB telah dirasakan adanya peningkatan kualitas genetik sapi potong dan juga pertambahan populasinya,dengan demikian pendapatan serta taraf hidup masyarakat khususnya peternak menjadi meningkat. (www.klaten.info)

Oleh: Kiswanto (Kadilaju RT 03,RW 1, Karangnongko, Klaten 57483)

 

Tags:

inseminasi buatan bertujuan untuk bioteknologi peternakan jurnal inseminasi buatan sapi potong terbaru

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Peningkatan Mutu Genetik Sapi Potong Dengan Inseminasi Buatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *