Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » DAERAH » Penambang Pasir Manual Tersingkir Karena Kehadiran Alat Berat

Penambang Pasir Manual Tersingkir Karena Kehadiran Alat Berat

(0 Views) February 2, 2013 10:42 am | Published by | No comment

penggali-pasir

Menurut rencana tata ruang wilayah kabupaten Klaten kawasan kali Woro merupakan wilayah penambangan rakyat. Penambangan di kali Woro berupa galian C yang terdiri batu dan pasir material erupsi Merapi. Warga masyarakat telah melakukan penambangan sejak puluhan tahun silam sebagai lahan mencari nafkah. Penambangan rakyat lazimnya dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana seperti sekop, cangkul dan linggis dari dahulu, dan hingga saat ini pun masih berjalan.

Modernisasi dan mekanisasi dalam dunia pertambangan tidak dapat dielakkan, hal ini ditandai hadirnya alat berat (back hue) untuk menambang galian C. Masuknya alat berat diwilayah penambangan kali Woro menjadi saingan berat bagi para penambang manual. Hal tersebut sebagaimana dituturkan Suwarno kepada kontributor Klaten Info ,“ Sudah sejak lama kami menambang pasir disini (kali Woro) secara manual, tapi dengan masuknya bego (back hue) kami menjadi tersaingi. Sopir truk pengambil pasir lebih banyak yang memilih mengisi truknya pada lokasi yang ada begonya, karena memang lebih cepat walaupun harganya lebih mahal.” Lebih lanjut Suwarno beserta tiga temannya menjelaskan bahwa untuk mencari pasir saat ini memang sudah agak sulit, berbeda dengan ketika pasca erupsi. Untuk satu rit kami membutuhkan waktu kurang lebih empat hari. Harga jual per truk Rp. 120.000,00 dilokasi.

Sementara  dilokasi penambangan dengan alat berat nampak antrian truk yang cukup banyak, untuk mengisi pasir kedalam satu buah truk hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit, dengan harga Rp 140.000,00. Menurut Tanto seorang sopir truk pengangkut pasir mengisi pasir di dengan menggunakan alat berat dirasakan lebih cepat, sehingga lebih efisien walaupun lokasinya lebih jauh.

Menurut  Ngadimo beserta rombongan penambang pasir secara manual walaupun semakin sulit dan tersaingi alat berat, mereka tetap melakukannya. Disamping sulit mencari pekerjaan lain untuk menafkahi keluarga  dirasakan lebih dekat dengan tempat tinggalnya, dan masih ada juga sopir truk yang mau mengambil dan membeli pasir yang dikumpulkannya.

Oleh : Kiswanto

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Penambang Pasir Manual Tersingkir Karena Kehadiran Alat Berat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *