Pembayaran dari eksportir mulai seret, Omzet pengrajin Serenan berkurang

Oleh dipublikasikan tanggal Jan 17th, 2009 pada kategori MASYARAKAT.


Juwiring (Espos) – Sejumlah pengrajin mebel di Desa Serenan, Juwiring, mengeluh lantaran pembayaran dari pemesan sering molor. Padahal uang tersebut akan digunakan sebagai modal usaha.

Salah seorang pengrajin mebel di Serenan, Kasno, 42, mengungkapkan biasanya paling tidak dalam dua pekan pengrajin sudah dibayar oleh eksportir atau penadah yang memesan barang tersebut. Namun, akhir-akhir ini pembayaran bisa mundur hingga berbulan-bulan. Dia menilai hal itu sangat merugikan para pengrajin lantaran perputaran uang tidak lekas sampai ke tangan mereka.
”Mungkin kondisi keuangan mereka juga sedang seret. Pabrik-pabrik pemesan itu juga tidak pernah memberikan uang muka. Jadi, justru kami-kami ini yang memodali mereka,” kata Kasno, Rabu (14/1).

Sekitar 85% dari hasil kerajinan mebel di Desa Serenan, Juwiring diekspor ke luar negeri. Dia menambahkan jumlah order yang dia terima juga mulai mengalami penurunan. Sebelumnya, Kasno bisa memperoleh lima kali pesanan dalam sebulan yang rata-rata nilainya antara Rp 10 juta-Rp 15 juta. Tapi, akhir-akhir ini, dia hanya memperoleh dua order yang nilainya tidak lebih dari Rp 8 juta dalam waktu satu bulan.
Terpisah, Ketua Koperasi Al-Hidayah Juwiring, Jumianto, menambahkan keadaan tersebut bisa mengancam eksistensi pengrajin mebel di Desa Serenan yang mencapai 5.000-an orang. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, sedikit demi sedikit usaha mereka bisa bangkrut.

”Dari 5.000-an pelaku usaha mebel di desa ini, 80%-nya adalah pengrajin kecil, 15%-nya pengepul atau penadah, dan 5%-nya adalah eksportir. Dampak krisis global sudah mulai kami rasakan dengan ditandai seretnya perputaran uang,” jelas pimpinan koperasi yang anggotanya terdiri atas pengrajin, penadah, dan eksportir mebel tersebut.

Bisa diatasi
Jumianto yang juga sebagai penadah dan merangkul 150-an pengrajin tersebut menambahkan sejauh ini intensitas pesanan masih bisa diatasi. Pasalnya, mereka masih menyisakan kontrak kerja dan kontrak pesanan dari eksportir hingga sekitar dua bulan ke depan.

”Pesanan memang berkurang, tapi tidak langsung anjlok. Bisa saja, pesanan akan berkurang drastis saat kontrak kami telah habis. Dan kami belum tahu, apa mau diperpanjang atau tidak,” papar dia.
Oleh karena itu, pemerintah diminta membantu pengrajin di Desa Serenan. Tanpa campur tangan pengambil kebijakan, kata dia, pengrajin akan kesulitan membangkitkan usaha mereka. Selama ini, lanjut Jumianto, bantuan pemerintah dinilai minim. Selain itu, pemerintah juga dianggap kurang peduli terhadap nasib usaha kecil menengah (UKM) di saat krisis finansial global seperti sekarang ini.
”Apalagi, harga bahan baku selalu melambung hingga 20% tiap tahunnya. Sementara harga jual mebel masih tetap sama. Kami dituntut untuk memutar otak dengan menekan biaya operasional,” pungkas dia. – Oleh : Hanifah Kusumastuti

Sumber: SOLOPOS/150109




Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?