Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Pemasaran nila terhambat, petani rugi pakan

Pemasaran nila terhambat, petani rugi pakan

(42 Views) December 1, 2009 10:43 am | Published by | No comment

Polanharjo (Espos) Sejumlah petani nila di Kecamatan Polanharjo, Klaten, mengeluhkan tidak efektifnya pola pemasaran hasil produksi mereka. Ketidakefektifan pola pemasaran itu membuat mereka kerap merugi karena ikan nila terpaksa terus diberi pakan meski sebenarnya telah layak jual.

Salah seorang petani nila di Dukuh Ponggot Desa Nganjat, Bambang menjelaskan, ikan nila hasil budidaya mestinya sudah bisa dipanen pada usia empat bulan. Tetapi, karena buruknya pola pemasaran membuat panen biasanya baru bisa dilakukan pada saat nila berusia 6 bulan.
Alhasil, biaya pemberian pakan nila melambung, bahkan hingga membuat para petani ikan itu kualahan. “Mestinya pada usia empat bulan kan harus dipanen. Tetapi karena pemasarannya tidak maksimal, kami terpaksa menunda waktu panen hingga enam bulan. Jadi, kami harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli pakan nila yang mestinya sudah bisa dipanen itu,” keluh Bambang saat ditemui Espos di kediamannya, Minggu (29/11).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, untuk sekali panen, biasanya ia menghabiskan 200 sak pakan nila. Setiap sak dibeli dengan harga Rp 196.000, sehingga dalam sekali panen ia mengeluarkan dana senilai Rp 39.200.000 hanya untuk membeli pakan. Jumlah itu belum ditambah dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli tambahan pakan bagi nila yang belum dipasarkan. “Biasanya saya menambah pakan sebanyak 30 sak untuk nila yang belum dipasarkan dengan harga satuan yang sama,” tandas Bambang.

Bambang mengatakan, untuk membeli pakan nila tersebut seringkali ia harus mencari utangan ke kerabat atau saudara. Bahkan ia harus rela tombok akibat tidak maksimalnya pemasaran nila tersebut. Menurutnya, selama ini tempat pemasaran nila hanya mencakup tempat-tempat pemancingan seperti Janti, Jimbung, serta beberapa tempat pemancingan di Salatiga dan Yogyakarta. Diakui Bambang, hingga kini pihaknya belum mempunyai akses pemasaran ke luar negeri.

Petani ikan lain di Desa Sidowayah, Tedi Subandono berharap pemerintah bisa membantu pemasaran nila di Polanharjo ke luar negeri. Menurutnya, selama ini, bantuan dari pemerintah lebih berorientasi pada peningkatan produksi nila. Demi menggenjot produksi nila, pemerintah membantu dalam hal perluasan lahan dan pemberian bantuan bibit nila. – Oleh : m82

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 30 November 2009 , Hal.VII


Tags:

petani nila rugi harga ikan nila petani rugi petani nila merugi

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Pemasaran nila terhambat, petani rugi pakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *