Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » FITUR » Peluang Besar UPJA Hand Traktor Menyusul Langkanya Ternak Sebagai Tenaga Pengolah Tanah

Peluang Besar UPJA Hand Traktor Menyusul Langkanya Ternak Sebagai Tenaga Pengolah Tanah

(63 Views) December 4, 2012 9:51 pm | Published by | No comment

Musim penghujan sudah mulai tiba, petani yang menggarap lahan tadah hujan mulai mempersiapan musim tanam pertama (MT 1) dengan mengerjakan pengolahan tanah. Hal ini akan menyebabkan semakin banyaknya kebutuhan  tenaga untuk mengolah tanah yakni dengan membajak dan menggaru. Membajak dan menggaru dahulu lazimnya dikerjakan dengan tenaga ternak baik sapi atau kerbau. Namun kondisi saat ini sudah banyak berubah, dimana  semakin jarang pengolahan tanah menggunakan tenaga ternak. Peternak lebih senang memelihara ternak sapinya untuk penggemukan bukan untuk tenaga kerja. Keadaan demikian terjadi sebagaimana dijelaskan Ngadinu petani Kadilaju, Karangnongko, Suntoro petani Sukorini, Manisrenggo dan Sutardi petani Keputran, Kemalang, bahkan diyakini fenomena ini terjadi secara luas di kabupaten Klaten pada umumnya.

Permasalahan ini selayaknya direspon  serta disikapi  segera  dengan mencari alternative pengganti tenaga kerja ternak untuk mengolah tanah. Sebagaimana yang berkembang saat ini  adalah penggunaan hand traktor. Mekanisasi pertanian dengan pengembangan usaha pengelolaan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA), menjadi harapan banyak petani  sehingga peluangnya kian meningkat dan besar.

Salah satu pengelola UPJA traktor  tangan di Kadilaju Ngatimo yang memiliki satu unit hand traktor menjelaskan bahwa  untuk mengerjakan pengolahan tanah pada sawah seluas satu patok (kurang lebih 2000 meter persegi) dibutuhkan waktu satu hari jika kedaan lahannya normal, tetapi jika kodisinya berat bisa hingga dua hari, dengan upah antara Rp 125.000,00 – Rp 150.000,00. Untuk operasional selama satu hari membutuhkan solar 5 liter kata Ngatimo. Pada lokasi yang berat terutama yang banyak batunya akan mebuat boros aksesori hand traktor seperti singkal misalnya. Traktor tangan jenis G 3000 dengan merk Kubota miliknya dibeli 2 tahun yang lalu seharga Rp 19.000.000,00. Sementara jika mengolah tanah pada luas yang sama diperlukan waktu 3 hari apabila menggunakan tenaga ternak. Bagi petani sekarang lebih senang mengolah lahannya dengan menggunakan mesin karena lebih cepat. Permasalahan bagi petani apabila waktu pengolahan lahan bersamaan maka perlu antri agak lama mengingat pengusaha pengelola jasa  traktor tangan  belum banyak tersedia tambahnya.

Masalah yang dihadapi untuk mengembangkan UPJA hand traktor bagi Ngatimo adalah tersedianya tenaga kerja yang mampu mengoperasionalkan alat mesin pertanian tersebut, sehingga belum ada rencana menambah kepemilikannya, walaupun permintaan konsumen sangat banyak, bahkan sering menolak order. Disamping itu keterbatasan modal untuk pengadaan alat mesin pertanian bagi petani pada umumnya bisa menjadi kendala  serius dalam pengembangan UPJA kedepan.

Kesenjangan  antara tersedianya UPJA hand traktor  yang masih terbatas dengan banyaknya jumlah petani yang membutuhkan jasa itu, menjadi peluang pengembangan UPJA tersebut sangat terbuka luas. Baik untuk saat ini dan kedepan tentu akan semakin langka ketersediaan ternak yang difungsikan sebagai tenaga pengolah tanah.

Ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan)  Jumbadi  dan ketua poktan Sudarsono berharap pemerintah kabupaten Klaten lewat Dinas Pertanian mengadakan  pembinaan dan memberikan bantuan modal dalam pengembangan usaha pengelolaan jasa alsintan (hand tractor), agar pemasalahan semakin  langkanya  tenaga ternak  untuk pengolahan tanah  segera terselesaikan.

Oleh  : Kiswanto

 

Tags:

traktor sawah hand traktor upja

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Peluang Besar UPJA Hand Traktor Menyusul Langkanya Ternak Sebagai Tenaga Pengolah Tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *