Klaten kelebihan 721 guru SD

Oleh dipublikasikan tanggal Apr 16th, 2011 pada kategori PENDIDIKAN.


Klaten (Espos) Rasio guru dan siswa sekolah dasar di Klaten tak seimbang. Jumlah guru yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) itu kelebihan 721 orang.

Kenyataan itu terungkap dalam Rapat Paripurna tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Klaten 2010 di Gedung DPRD, Kamis (14/4). Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Klaten, Yoyok Sugeng Riyanto menegaskan bahwa rasio perbandingan jumlah guru SD dengan jumlah murid di Klaten ialah 1:13.

Dengan jumlah SD sebanyak 766 unit, maka idealnya jumlah guru SD di Klaten ialah 6.894. “Sedang jumlah guru SD di Klaten sekarang ini kelebihan 721 karena jumlahnya mencapai 7.615. Maka dari itu, kami meminta BKD segera melakukan analisis beban kerja PNS,” paparnya.

Sugeng juga meminta Badan Kepegawaian daerah (BKD) Klaten mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan profesional. Selanjutnya, dia juga mendesak BKD menjalankan pola pengembangan karier PNS serta memperbaiki proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di tahun mendatang. “Penerimaan CPNS harus berdasarkan kompetensi dan integritas,” tegas dia.

Menanggapi tudingan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sunardi membantah. Dia menuding Komisi I DPRD hanya memakai rasio perbandingan, bukan rasio kebutuhan guru yang berkompetensi. “Sekolah-sekolah SD itu banyak kekurangan guru mata pelajaran (Mapel) tertentu, seperti Olahraga, Agama dan Bahasa Daerah. Jadi, tak bisa dirasio secara keseluruhan begitu.”

Kondisi itulah, lanjut Sunardi, yang seharusnya dilakukan penambahan guru SD pada Mapel tertentu itu. Kecuali, lanjut dia, jika dilakukan regrouping terhadap sejumlah SD yang kekurangan murid. “Kalau di-regrouping, mungkin jumlah guru SD kelebihan. Ini persoalannya, ada guru Mapel tertentu yang tak dipunyai.”

Disinggung soal guru SLTP dan SLTA, Sunardi tak menampik memang saat ini telah mencukupi. Bahkan, untuk guru Mapel tertentu seperti PPKN telah kelebihan. Namun, untuk guru Mapel Bahasa Daerah tetap minim. “Intinya itu, rasio jumlah guru itu tak bisa dihitung di atas angka saja, namun harus dilihat langsung ke lapangan,” paparnya. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 16 April 2011 , Hal.V





Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?