Kain lurik luar daerah mulai banjiri Klaten

Oleh dipublikasikan tanggal Feb 25th, 2010 pada kategori KLATEN, MASYARAKAT.


Klaten (Espos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten diminta memberikan perlindungan kepada para perajin kain lurik di wilayah ini. Desakan itu disampaikan Ketua Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Sunarto menyusul mulai membanjirnya kain lurik dari luar daerah yang dipasarkan di wilayah Klaten.

Sunarto saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Rabu (24/2), mengatakan, pihaknya menyambut baik turunnya Surat Edaran (SE) Bupati Klaten No 065/77/06/2010 yang mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) setempat menggunakan seragam berbahan kain lurik selama dua hari dalam sepekan. Menurutnya, turunnya SE ini telah menambah semangat para perajin lurik.

Produktivitas alat tenun bukan mesin (ATBM) penghasil kain lurik di Klaten diakuinya meningkatkan dalam beberapa waktu belakangan ini. Akan tetapi di sisi lain, imbuhnya, menyusul terbitnya SE itu, Forum PEL menemukan sejumlah kain lurik dari luar daerah yang dipasarkan di beberapa mal atau swalayan di Kabupaten Klaten.

“Lurik-lurik buatan luar daerah itu kami temukan di sejumlah mal. Kami takut, keberadaan kain lurik dari luar daerah itu berdampak tidak baik pada perkembangan industri lurik di Klaten,” ungkap Sunarto.

Minta jaminan

Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Klaten memberikan jaminan bahwa lurik yang dikenakan setiap PNS berasal dari Klaten sendiri. Menurut dia, jika PNS tak mengenakan kain lurik bikinan Klaten, maka esensi SE No 065/77/06/2010 tidak tercapai.

“Percuma kalau PNS tetap mengenakan seragam lurik tetapi berasal dari luar daerah. Mestinya ada jaminan bahwa lurik yang dikenakan para PNS adalah lurik buatan perajin lokal,” ujar Sunarto yang tak lain adalah anggota Komisi II DPRD Klaten ini. Menurut Sunarto, sebagian dari kain lurik buatan luar daerah itu merupakan buatan pabrik yang menggunakan mesin.

Diingatkan Sunarno, saat ini, setidaknya terdapat 1.355 unit usaha produksi kain lurik di Klaten. Unit-unit usaha produksi kain lurik itu tersebar di sejumlah daerah seperti Cawas, Trucuk, Pedan, Wedi, Juwiring dan Delanggu.

Dia berharap, tak ada unit usaha kain lurik itu tidak kelak gulung tikar karena membanjirnya lurik asal luar daerah. Demi mengantisipasi hal itu, pihaknya meminta Pemkab Klaten memberikan perlindungan. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 25 Februari 2010 , Hal.VII





7 Responses for “Kain lurik luar daerah mulai banjiri Klaten”

  1. Sigit Warsito says:

    ok juga kalau PNS maupun instansi-instansi wil klaten pakai seragam Lurik kan bisa mewujudkan kota Klaten yang mandiri dan bisa memajukan perekonomian kota klaten dan mendongkrak industri kecil (lurik) agar lebih berkarya…dan juga menekankan CINTA PRODUK DALAM NEGERI,
    kenapa harus beli produk dari daerah lain kalau lurik Klaten ada dan Bagus….

  2. Sandiyo says:

    Saya tidak yakin ada lurik luar klaten masuk klaten kecuali jogja yang memang letak geografisnya gandeng

  3. retno says:

    kl ke klaten belinya dmn? ada yg jual scr online g?

  4. santi says:

    PEMDA dalam hal ini DEPERINDAG Klaten sebaiknya mendaftarkan diri ke HAKI ( perlindungan Hak Cipta) untuk produk daerah. supaya pengusaha lurik Klaten bisa lebih nyaman dan bisa mempertahankan trademark nya.
    Pengusaha lurik langsung aja ke kantor DEPERIDAG daerah, dan mengusulkan hal ini supaya pihak PEMDA lebih memperhatikan dan melek.
    Saya dengar di UNS – Solo ada HAKI di fak.Hukum, bisa dimintai bantuan dengan biaya yang murah.Saya yakin Klaten mampu dan bisa.

  5. erly says:

    Bagaimana keadaan sentra industri kain lurik di klaten saat ini?? dengan adanya bencana gunung merapi…saya berminat sekali untuk membeli kain lurik..

  6. nitta says:

    bagi rekan-rekan yang ingin memesan lurik online, bisa melihat blog saya di http://lurikpedanonline.blogspot.com/2010/12/belanja-kain-lurik-klaten.html

    terima kasih

    dengan diangkatnya lurik, mudah-mudahan menjadikan Klaten sebagai sentra industri kain lurik yang sangat tinggi nilai seninya.

  7. nita pasha says:

    bagi sodara-sodara yang mau pesan lurik secara online, bisa liat blog saya di http://lurikpedanonline.blogspot.com

    terima kasih…

Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?