Jangan percayai calo rekrutmen CPNS!

Oleh dipublikasikan tanggal Oct 17th, 2009 pada kategori KLATEN, MASYARAKAT.


Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) kini sudah menjadi salah satu pilihan favorit di kalangan masyarakat, sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid hingga sekarang, menyusul kesejahteraan mereka senantiasa diperbaiki.

Dampak ikutannya, setiap rekrutmen PNS tak pernah sepi peminat—yang bisa digambarkan hanya kalah sedikit antusiasmenya dengan tes masuk perguruan tinggi.
Derajat minat menjadi PNS yang sedemikian tinggi itu, tentu memiliki eksesnya, yaitu mendorong sejumlah orang tergoda untuk menjadi mediator—atau sebagai calo, dengan tujuan mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Seperti hukum pasar, semakin banyak minat untuk menjadi PNS maka posisi PNS akan semakin tinggi nilainya.
Di Sukoharjo, calo dilaporkan beroperasi untuk mengeruk keuntungan dari proses pengumuman hasil rekrutmen PNS, Oktober (SOLOPOS, 14 Oktober).

Di Yogyakarta, hampir serupa, sejumlah orang diduga menawarkan jasa kepada peminat CPNS. Menurut para calo, mereka bisa diterima dengan imbalan sedikitnya Rp 30 juta sampai Rp 75 juta tergantung posisi yang diincar peserta atau kategori strata kelulusan mereka.

Realitas ini tentu membuat jengah kalangan pejabat yang terkait dengan rekrutmen itu. Di Yogyakarta, sejumlah pejabat cenderung menampiknya mentah-mentah tudingan orang dalam terlibat. Mereka menyatakan bahwa percaloan itu sama sekali di luar tanggung jawab mereka.

Realitas ini tentu mengundang reaksi, jika semua PNS direkrut lewat percaloan dan imbalan tertentu, bagaimana mungkin kita bisa memperoleh PNS berkualitas baik? Tentu ini merupakan reaksi yang wajar dari publik yang ingin perubahan sejalan berlangsungnya reformasi birokrasi, mengingat belakangan ini banyak keluhan masyarakat soal relatif belum baiknya kualitas SDM di birokrasi dan maraknya praktik pungli dari PNS.

Kepala BKD Sukoharjo, Sudiyono, mengakui adanya praktik percaloan itu. Bahkan maraknya calo, menurut dia, tak hanya berlangsung saat rekrutmen PNS, tapi juga saat berlangsung mutasi pejabat atau saat digulirkannya event-event khusus di lingkungan Pemkab.
Jadi, percaloan memang benar adanya—bukan sekadar sinyalemen atau isu kosong. Percaloan, menurut hemat kami, merupakan praktik yang perlu diwaspadai bersama karena praktik ini hampir pasti berimplikasi pada menurunnya kualitas SDM PNS yang direkrut. Pada gilirannya, bisa menurunkan pula layanan mereka ke publik. Berkaitan dengan itu, kita wajib selalu berhati-hati dan waspada, melalui sikap tegas jangan pernah tergoda dengan bujukan para calo, apalagi menyerahkan sejumlah uang yang belum tentu ada jaminannya. Siapa tahu ini aksi penipuan semata!

Kedua, jika mengetahui praktik percaloan CPNS, laporkan kepada pihak yang berwajib karena percaloan merupakan tindakan melawan hukum, dengan menyiapkan bukti-bukti kuat, hingga laporan itu bisa ditindaklanjuti.
Ketiga, warga yang ingin menjadi peserta tes CPNS seyogianya mengikuti prosedur wajar, melalui tahapan-tahapan resmi. Jadi, jangan pernah percayai calo!

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 16 Oktober 2009 , Hal.4





6 Responses for “Jangan percayai calo rekrutmen CPNS!”

  1. Miss Cyber says:

    Iya dari pada ketipu puluhan juta rupiah belum tentu ketrima jadi PNS, mending dengan usaha sendiri

  2. Pencerah says:

    semoga Bupati dan jajarannya bener2 netral

  3. agus says:

    ingat!!!!!!!!!!!!!!! uang yang di makan para calo ,,,,,,,,,pasti makan bara api neraka,

  4. M. CHUSAINI says:

    yang penting kita berusaha biarlah Alloh yang menentukan, sesungguhnya tiap manusia itu sudah ditentukan rizkinya, kita serahkan aj ma yang diatas.

  5. agus says:

    Semoga kita bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah.
    Memang saat pikiran kita tertuju pada satu hal, misalnya CPNS, kemungkinan besar akan mudah terbujuk rayu calo. Ya, oleh karena itu, kita harus belajar untuk lebih bisa menahan diri lah. Thanks infonya. . . .

  6. bimo says:

    tetep saja calo bergentayangan, katanya pak bupati nggak mau nerima, maka yang nerima ibu bupati, hehehehehehe. sama saja. para calo udah bergentayangan, untuk S1 harganya 100 juta, 50 juta untuk pak bupati, 25 juta untuk BKN, 25 juta untuk BKD / Mr. P Urwanto AC.

Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?