Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Isu pengambilalihan tanah warga Merapi Pemkab dan Gubernur siap pasang badan

Isu pengambilalihan tanah warga Merapi Pemkab dan Gubernur siap pasang badan

(50 Views) April 19, 2011 10:48 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) Merebaknya isu pengambilalihan tanah warga di lereng Merapi untuk dijadikan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) meresahkan warga setempat.

Menyikapi hal ini, Pemkab Klaten dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo siap pasang badan untuk melindungi nasib warganya.

“Pak Gubernur kan sudah menyatakan siap melindungi warganya jika ada sengketa terkait tanah warga lereng Merapi. Sikap Pemkab juga demikian,” tegas Koordinator Posko Pengungsian Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Klaten, Joko Rukminto kepada wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa (Kades) Balerante, Sukono menyatakan bahwa warganya kini terus dibayang-bayangi kecemasan akan merebaknya isu pengambilalihan tanah mereka oleh TNGM. Isu tersebut juga menjadi salah satu pemicu penolakan warganya untuk mengikuti program relokasi yang ditawarkan Pemkab. “Warga menilai seakan ada satu paket antara program relokasi dengan pengambilalihan tanah menjadi TNGM,” kata Sukono.

Terkait itulah, Sukono meminta kepada Pemkab dan juga Gubernur Jateng bisa memberikan jaminan terhadap status tanah mereka tersebut. Bibit Waluyo dalam kesempatan dialog dengan warga korban erupsi Merapi, Selasa (5/4) lalu juga telah menegaskan bahwa upaya pengambilalihan tanah hak milik warga bukanlah semudah membalik telapak tangan.

Meskipun itu baru isu, namun Bibit siap membentengi warganya jika kemudian hari isu tersebut benar-benar merembet ke upaya pengambilalihan. “Tak semudah itu mengambil tanah yang sudah menjadi hak milik. Kalaupun itu benar-benar terjadi, pemerintah pasti akan memberikan harga yang sepantasnya.”

Senada dengan sikap Pemkab Klaten, lanjut Joko, pengambilalihan tanah warga menjadi TNGM itu tak perlu disikapi berlebihan. Pasalnya, hal itu hanya isu yang sengaja dihembuskan untuk memprovokasi suasana di tengah upaya Pemkab menjalankan program relokasi.

“Isu itu hanya memperkeruh suasana. Kami sudah menjelaskan bahwa tanah warga di lereng Merapi itu tetap milik warga sepenuhnya. Warga bisa memanfaatkan untuk bercocok tanam, wisata atau beternak, asal bukan untuk hunian.” – Oleh : asa


Categorised in: ,

No comment for Isu pengambilalihan tanah warga Merapi Pemkab dan Gubernur siap pasang badan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *