Hewan ternak dibakar, bukti hilang

Oleh dipublikasikan tanggal Nov 20th, 2010 pada kategori KLATEN, MASYARAKAT.


Klaten (Espos) Sejumlah perangkat desa mengaku kerepotan dengan tata cara pendataan hewan ternak mati untuk mendapatkan ganti rugi sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Jateng.

Pasalnya, setiap hewan ternak mati yang didata harus disertai dokumen foto asli, dilengkapi berita acara dengan dua saksi warga serta saksi dari pegawai Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten. Saat ini, telah banyak hewan ternak mati yang membusuk sehingga harus segera dibakar demi mencegah berjangkitnya penyakit kolera.

“Saat ini, dari laporan 300-an ternak warga yang mati, baru belasan saja yang lengkap datanya,” kata Kepala Dispertan Klaten, Sri Mulyaningsih di sela-sela kunjungannya ke Desa Balerante, Kemalang, Kamis (18/11).

Syarat yang diatur Pemprov Jateng, diakui Sri, sangat menyulitkan pendataan lantaran saat ini telah banyak ternak warga yang membusuk dan bahkan telah dibakar. Padahal, untuk mendapatkan bukti foto harus ada wujud ternaknya. “Ini memang dilema. Jika tak segera dibakar akan mengancam keselamatan jiwa, tapi jika dibakar jadi susah mencari bukti fotonya.”

Meski demikian, pihaknya selaku pelaksana teknis tak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap segala kesulitan pendataan ternak mati itu bisa terselesaikan. “Salah satunya, jika ternak telah hangus, ya bisa memakai saksi warga,” paparnya.

Namun, langkah ini juga diakui tak gampang. Pasalnya semua warga masih berada di lokasi pengungsian yang terpencar-pencar. Terpisah, Kepala Desa Balerante, Sukono, mengakui, selama ini, pendataan ternak warga hanya sebatas didata. Namun, soal bukti foto dan berita acara dengan dua saksi warga dan petugas Dispertan itu yang belum bisa dilakukan karena kondisi yang membahayakan.

“Data kami sebatas data yang kami temui di lapangan dan laporan pemilik ternak. Kalau harus ada foto atau berita acara, itu kami belum lakukan. Saat ini saja kampung kami seperti kuburan, bagaimana mau mendata warga,” paparnya. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 20 November 2010 , Hal.V





Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?