Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » PENDIDIKAN » Hari pertama UN di Soloraya Pengawas malah asyik baca koran

Hari pertama UN di Soloraya Pengawas malah asyik baca koran

(0 Views) April 19, 2011 10:41 am | Published by | 1 Comment

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA di Soloraya, Senin (18/4), diwarnai berbagai masalah. Mulai dari adanya pengawas yang asyik membaca koran hingga kekeliruan soal ujian. Berikut laporan Tim Espos.
Pagi itu, jajaran Komisi IV DPRD Sukoharjo meluncur menuju SMAN 3 Sukoharjo. Hari pertama pelaksanaan UN, dimanfaatkan kalangan legislatif untuk memantau pelaksanaan ujian. Jam menunjukkan pukul 08.30 WIB. Siswa peserta UN sudah sibuk dengan soal-soal yang harus mereka jawab. Para legislator yang menyambangi SMAN 3 Sukoharjo, datang ke kantor sekolah.

Menunggu sekitar 10 menit, para wakil rakyat itu langsung berkeliling ke sejumlah ruangan tempat ujian. Dari luar ruangan mereka terperangah melihat aktivitas para pengawas UN di dalam ruang ujian. Bukannya memantau siswa, sejumlah pengawas malah asyik membaca koran dan tabloid. Keterkejutan anggota Komisi IV semakin menjadi-jadi karena hal itu tidak hanya terjadi di satu ruang ujian, tapi juga di beberapa ruang ujian.

Koran dan tabloid dibaca dengan cara diangkat sehingga pengawas tidak bisa memantau secara langsung peserta UN. Anggota Komisi IV tak tinggal diam. Mereka menanyai para pengawas yang dinilai teledor itu. Para pengawas UN berdalih koran sudah ada di meja pengawas sebelum ujian dimulai. Pantauan Espos, dari 18 ruang yang digunakan untuk UN, semuanya ditemukan koran. Setiap ruangan, rata-rata disediakan dua hingga tiga jenis koran harian edisi Senin (18/4) yang diletakkan di meja pengawas.

Selain itu, Komisi IV juga menemukan tabloid infotainment yang dibaca pengawas. ”Saya tidak tahu dari mana koran ini, soalnya ketika masuk ruangan, korannya sudah ada di meja. Di setiap ruang juga ada,” papar Muanas, salah satu pengawas UN.

Hal senada diutarakan Desi Kusuma, pengawas UN di ruang XVII. Kepada rombongan Komisi IV yang terdiri atas Sukardi Budi Martono, M Samrodin, Heri Purwanto dan Timbul Darmanto, dia mengatakan koran tersebut kemungkinan dibawa peserta UN. ”Karena diletakkan di meja, saya kemudian baca-baca, yang saya baca cuma judul-judulnya,” tukas guru dari SMA favorit di Sukoharjo itu.

Temuan adanya koran di setiap ruang UN di SMAN 3 Sukoharjo, memunculkan dugaan koran-koran itu sengaja disediakan sekolah. Sukardi Budi Martono mengatakan kecil kemungkinan koran itu dibeli dan disediakan siswa. ”Bisa saja koran itu dari murid tapi kenapa di setiap ruang ada? Edisinya baru semua. Mana sempat beli koran sebelum ujian,” imbuh Samrodin.

Kepala SMAN 3 Sukoharjo, Sri Suwarsih, membantah sekolah sengaja menyediakan koran-koran di meja pengawas tersebut. Dia menduga koran itu berasal dari siswa. ”Demi Allah, koran itu bukan dari sekolah. Mungkin dari murid,” papar dia.

Sri Suwarsih justru balik menegur anggota DPRD yang masuk ke ruang ujian. Dia mengatakan berdasarkan aturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), selain pengawas, tidak boleh ada yang masuk ke ruang ujian. ”Kalau lihat pengawas malah baca koran gosip di ruang ujian, masak dibiarkan saja. Kami hanya memastikan apakah benar yang mereka baca itu koran apa bukan? Hal ini sungguh tidak bisa dipercaya. Fungsi pengawas di mana?” jawab Timbul menanggapi Suwarsih.

Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri, mengatakan akan mengusut pelanggaran tersebut. ”Bawa Ponsel saja tidak boleh, apalagi baca koran.”

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo menjamin keikutsertaan siswa dalam UN meski memiliki tunggakan biaya sekolah. Penegasan tersebut terkait keluhan peserta didik yang belum melunasi biaya sekolah.

Di Klaten, UN diikuti 13.590 siswa. Siswa yang tak bisa mengikut ujian hari pertama mencapai 40 orang. Di SMK Katholik 1 Klaten sempat dilaporkan adanya kekeliruan lembar soal UN yang dibagikan kepada peserta ujian. Namun, kekeliruan tersebut menurut panitia tak membuat proses UN molor.

Di Karanganyar, 17 peserta absen pada hari pertama UN, dengan rincian 14 mengundurkan diri dan tiga lainnya sakit. Mereka yang mengundurkan diri juga sebelumnya tidak mengikuti ujian sekolah. Sehingga dipastikan gugur alias tidak lulus. Di Wonogiri ada 11 siswa yang absen dalam pelaksanaan hari pertama UN. Sedangkan di Boyolali pelaksanaan UN berjalan lancar. – Oleh : hkt/m98/asa/ewt/try/shs/tus/fid

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 19 April 2011 , Hal.1


Categorised in:

1 Comment for Hari pertama UN di Soloraya Pengawas malah asyik baca koran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *