Guna Optimalisasi Keseimbangan Tata Air Pemerintah Kabupaten Klaten Perlu Menambah Luas Hutan

Oleh dipublikasikan tanggal Mar 16th, 2013 pada kategori FITUR, KLATEN, PEMKAB.


Menurut Undang-Undang Nomor 41 tahun 199 tentang Kehutanan, bahwa pemerintah menetapkan dan mempertahankan kecukupan luas kawasan hutan  dan penutupan hutan untuk setiap daerah aliran sungai, guna optimalisasi manfaat lingkungan, manfaat sosial dan manfaat ekonomi masyarakat setempat. Luas kawasan hutan yang harus dipertahankan minimal 30 % dari luas daerah aliran sungai (DAS) dengan sebaran yang proporsional. Yang dimaksud penutupan hutan (forest coverage) adalah penutupan lahan oleh vegetasi dengan komposisi dan kerapatan tertentu, sehingga dapat tercipta fungsi hutan antara lain iklim mikro, tata air dan tempat hidup satwa sebagai satu ekosistem hutan.

Hutan Tanaman Rakyat di Manisrenggo , Klaten

Hutan Tanaman Rakyat di Manisrenggo , Klaten

Menurut BPS Klaten (2012) , bahwa luas wilayah kabupaten Klaten 65.556 ha, memiliki kawasan  hutan negara seluas 1.450 ha, yang tersebar di empat  kecamatan yakni Bayat 627 ha, Kalikotes 12 ha, Kemalang 810 ha dan Klaten selatan 1 ha. Prosentase luas kawasan hutan di Klaten jika dibandingkan dengan total luas wilayah hanya sebesar 0,68 %. Dalam data pengelolaan lahan BPS tersebut tidak terdapat data luasan hutan rakyat di 26 wilayah kecamatan di kabupaten Klaten. Sementara data BPS provinsi Jawa Tengah yang dirilis tahun 2011, menyatakan bahwa luas kawasan hutan negara yang dikelola Perum Perhutani Unit I seluas 636.000 hektar atau 19,55 % dari luas wilayah propinsi. Fungsi hutan negara tersebut terinci untuk hutan produksi seluas 86,71 % dan untuk fungsi lindung 13,29 %.

Dalam penjelasan pasal 18 dari bagian kelima mengenai pembentukan wilayah pengelolaan hutan dalam UU Nomor 41/1999 , bahwa atas dasar pertimbangan wilayah republik ini merupakan negara tropis yang sebagian besar mempunyai curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi. Disamping itu mempunyai konfigurasi daratan yang bergelombang, berbukit dan bergunung yang peka akan gangguan keseimbangan tata air seperti banjir, erosi , sedimentasi dan kekurangan air, maka ditetapkan luas  hutan dalam setiap daerah aliran sungai (DAS), minimal 30 % (tiga puluh persen) dari luas daratan.

Bagi pemerintah provinsi atau kabupaten yang memiliki luas hutan diatas 30 %, tidak boleh secara bebas mengurangi hutannya dari luas yang telah ditetapkan. Luas minimal ini tidak boleh dijadikan dalih untuk mengkonversi hutan yang ada, melainkan sebagai peringatan kewaspadaan akan pentingnya hutan bagi kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya bagi provinsi atau kabupaten yang luas kawasan hutannya kurang dari 30 %, perlu menambah luas hutannya.

Melihat  angka keberadaan kawasan hutan di kabupaten Klaten yang baru mencapai 1.450 ha atau 0,68 % dari luas daratan, maka pemerintah kabupaten Klaten masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak ringan untuk mewujudkan hutan sekurangnya 18.216.8 ha untuk mencapai luasan minimal 19.666,8 ha (30 %). Upaya nyata pengembangan luas hutan di Klaten diharapkan akan dapat menyokong penambahan luas hutan secara keseluruhan di provinsi Jawa Tengah yang baru eksis sebesar  19,55 %. Berdasarkan statusnya hutan terdiri dari hutan negara dan hutan hak.

Beberapa pengertian tentang hutan antara lain: Hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa disebut hutan desa(HD), sedangkan hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat dinamai hutan kemasyarakatan(HKm). Hutan tanaman rakyat (HTR) adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun olek kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumberdaya hutan. Hutan hak yang berada pada tanah yang dibebani hak milik lazim disebut hutan rakyat. Secara umum hutan memiliki fungsi konservasi, lindung dan produksi.

Konfigurasi zona utara wilayah kabupaten Klaten yang berada di pegunungan Merapi mencakup kecamatan Manisrenggo, Kemalang, Karangnongko, Jatinom dan Tulung, merupakan zona hidrologi yang penting berupa  daerah tangkapan air (recharge area), kemudian akan mendistribusikannya dalam bentuk mata air diwilayah bawahnya. Sekurangnya tercatat 76 buah mata air yang lestari berada di lima kecamatan tersebut atau sekitar 43,67 % dari total mata air di kabupaten Klaten. Wilayah ini juga peka akan gangguan keseimbangan tata air seperti banjir, erosi, sedimentasi dan kekurangan air.

Dampak gangguan keseimbangan tersebut akan menyasar pada wilayah lain yang eksesnya sangat luas. Luas wilayah kecamatan yang berada di DAS Woro dan sekitarnya tersebut meliputi Manisrenggo 26,96 km2, Kemalang 51,66 km2, Karangnongko 26,74 km2, Jatinom 35,53 km2 dan Tulung 32,30 km2, dengan total luasan 173,19 km2 = 26,41 % dari luas wilayah Klaten (BPS 2012). Sementara luas lahan kering /tegalannya  4.842 ha. Jika pemerintah kabupaten Klaten dapat memfokuskan penghijauan dalam bentuk hutan rakyat di lahan tegalan tersebut, setidaknya telah 30 % lebih catchment area dataran Merapi terjadi penutupan hutan. Penutupan tersebut terdiri dari hutan negara 810 ha dan sekurangnya 4.385 ha berupa hutan rakyat dilahan tegalan. Pemerintah kabupaten Klaten sudah selayaknya membuat arahan perencanaan strategis dan prioritas pada DAS ini untuk pengembangan hutan rakyat dan intesifikasi pekarangan guna menambah luas dan fungsi hutan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor  41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Agar sebarannya proporsional disamping zona utara, prioritas yang lain adalah  wilayah kecamatan  seperti Bayat, Cawas, Prambanan, Gantiwarno, dan Karangdowo perlu mendapat perhatian, disamping wilayah kecamatan yang lain.

Hutan kota di Sungkur , Klaten Utara

Hutan kota di Sungkur , Klaten Utara

Bentuk hutan lain yang perlu dikembangkan adalah hutan kota. Hutan kota dapat berada pada tanah negara maupun tanah hak diwilayah perkotaan dengan luasan yang cukup dalam suatu hamparan lahan. Disamping itu pengembangan ruang terbuka hijau,dan taman kota perlu terus digalakkan. Salah satu contoh hutan kota yang berhasil dan cukup baik keberadaannya berlokasi  di jalan Andalas, kalurahan Sungkur, kecamatan Klaten Utara (lihat gambar). Kenyamanan lingkungan perkotaan agar tidak dipenuhi polutan, supaya sejuk serta hijau nan lestari, diharapkan ada upaya-upaya nyata penghijauan semakin ditingkatkan sebagai bentuk antisipasi berbagai persoalan yang kian komplek kedepan.

Oleh: Kiswanto




1 Response for “Guna Optimalisasi Keseimbangan Tata Air Pemerintah Kabupaten Klaten Perlu Menambah Luas Hutan”

  1. kiswanto adinegara says:

    Beberapa hari terakhir terlihat banyak alat berat(back hoe) mulai beraktivitas di wilayah kemalang untuk penambangan gol c…mohon pemkab klaten dan pemprov jateng perketat pemberian izinnya agar ekploitasi yang berlebihan tidak merusak fungsi LH dan hidrologi………….

Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?