Gerabah Miring Khas Desa Melikan Klaten

Oleh dipublikasikan tanggal Feb 6th, 2013 pada kategori FITUR, KLATEN, PEMKAB.


Klaten-  Setiap daerah mempunyai ciri khas sejarah yang berbeda dengan daerah lainya. Begitu juga dalam hal produksi gerabah dan keramik di Desa Melikan Kecamatan Wedi, Klaten. Mungkin tidak semua orang pernah mendengar gerabah tradisional Khas Desa Melikan dari Klaten. Meskipun tidak terlalu tersohor seperti industri gerabah Kasongan di Bantul, namun sejatinya sentra kerajinan masyarakat Desa Melikan dalam memproduksi gerabah ini sudah ada dan berkembang turun temurun dari nenek moyang.

gerabah-melikan-klaten

Tahapan proses produksi gerabah di salah satu Home Industri di Desa Melikan Kecamatan Wedi Klaten.

Salah satu warga Melikan, Suparno (45) menuturkan bahwa awal mula kerajinan gerabah yang dibuat adalah gerabah kendi yang merupakan tempat untuk air minum yang sering dibawa oleh Sunan Padang Aran Bayat sebagai bekal di dalam perjalanan untuk menyiarkan agama Islam hingga di Desa Melikan Klaten. Dan kendi di Melikan sering dipergunakan sebagai perangkat upacara/ritual kematian, yang sering diletakkan di atas makam.

Proses Produksi Gerabah di Desa Melikan masih menggunakan cara tradisional serta motif dan bentuk hiasanya lebih sederhana dibandingkan gerabah Kasongan.

Namun, Gerabah Melikan mempunyai ciri khas yang langka dan unik dalam membuatnya yaitu teknik putar miring yang menjadi ciri khas dan dikenal di seluruh dunia. “teknik putaran miring ini jadi ciri khas gerabah Melikan karena teknik ini belum pernah ada di belahan dunia manapun. Satu-satunya ya hanya disini,” ujar Winarni (44) salah satu pemilik home industri kerajinan keramik saat ditemui di kediamanya, Sabtu (2/2).

gerabah desa melikan

Salah satu produk gerabah di Timbul Jaya gallery Desa Melikan Kecamatan Wedi Klaten

Bahkan karena keunikanya, Desa Melikan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing yang ingin mencoba teknik putaran miring dalam membuat gerabah sehingga Pemkab Klaten mencanangkan Desa Melikan menjadi salah satu Desa Wisata di Kota Klaten. “Gerabah dan keramik Melikan ramai dikunjungi para pembeli terutama di akhir pekan dan menjelang hari raya. Harga gerabah juga bervariasi mulai seribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenis, ukuran dan motifnya, “ kata Rodi Warnorianto (49) salah satu pemilik showroom gerabah di pinggir jalan ini. Oleh: Iksan Jaid Saputra




Leave a Reply

TV Klaten Video Klaten Lowongan Kerja Klaten Iklan Klaten Jasa Pembuatan Website Klaten Pusat Souvenir Klaten

Berita Terbaru

Wahana Kampung Dolanan Tradisional di Kompleks Candi Prambanan

Klaten – Taman Wisata Candi Prambanan tidak lagi diasosiasikan dengan tempat wisata bagi orang dewasa saja. Dengan adann...

MWC NU Kecamatan Tulung Gelar Salat Gaib bagi Almarhum Husni Kamil Malik

Klaten – Atas perintah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tulung, Klaten, meng...

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Candi Prambanan Dilanda Kemacetan

Klaten – Kemacetan yang tidak lazim terjadi mulai dari ruas jalan di depan pabrik susu SGM Kemudo menuju ke arah Candi P...

Warung Garang Asem Mbah Rono; Tempat Singgah yang Menyenangkan bagi Para Pemudik

Klaten – Bagi para pemudik lebaran, perjalanan mudik ke kampung halaman tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan wisata, t...

Lebaran Diwarnai Kemacetan Arus Mudik dan Kecelakaan

Klaten – Lebaran tahun ini diwarnai oleh kemacetan jalur arus mudik dan kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor ...

Polisi Klaten Memperketat Mapolres Pasca Ledakan Solo

Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolres Kota Solo Selasa (5/7) kemarin memaksa berbagai pihak ...

Bantuan WOM Finance Untuk UKM Start Up Klaten

Klaten termasuk salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang banyak memiliki talenta pengusaha UKM. Dari beberapa jenis kera...

Sanksi Untuk PNS Klaten Yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1437H yang akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016 tidak hanya disambut dengan sukacita oleh seluruh...

SUKA KLATEN.INFO?