Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » MASYARAKAT » DPKP pantau kesehatan ternak, harga naik penjualan kambing lesu

DPKP pantau kesehatan ternak, harga naik penjualan kambing lesu

(0 Views) December 5, 2008 6:50 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) – Menjelang Hari Raya Kurban, penjualan kambing di Klaten masih lesu. Di Pasar Plembon, sebagian pedagang mengeluhkan sedikitnya ternak kambing yang laku terjual.

Sementara itu, tim dari Subdinas Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Klaten, Rabu (3/12), menggelar inspeksi mendadak (Sidak) kesehatan hewan ternak di pasar tersebut.
Tim yang dipimpin oleh Kasubdin Peternakan, Sri Muryani, memeriksa kesehatan rongga mulut hewan ternak yakni kambing yang dijual di pasar tersebut. Tim memeriksa lidah dan air liur ternak. Sidak dilakukan untuk mengantisipasi tanda-tanda penyakit Zoonosis yang bisa menular ke manusia, seperti penyakit cacing hati. ”Karena akhir-akhir ini transaksi ternak meningkat seiring dengan melonjaknya permintaan ternak kambing dan sapi, langkah antisipasi perlu dilakukan,” kata dia kepada wartawan di sela-sela Sidak.

Sidak, jelasnya, telah dilakukan sejak sepekan silam. Dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan, kemarin, DPKP tak menemukan adanya tanda-tanda penyakit Zoonosis. “Untuk virus antraks sejak tahun 1995, kami belum pernah menemukan kasusnya,” ungkap dia.

Sementara salah seorang penjual kambing di Pasar Plembon, Klaten, Martono, 50, mengatakan penjualan kambing tahun lalu lebih laris ketimbang tahun ini. Hingga sepekan sebelum hari H, dia baru bisa menjual 18 ternak kambing. Sementara pada tahun lalu, hampir 40 ternak dapat dia jual. Kambing yang terjual pun rata-rata yang dibanderol harga antara Rp 700.000 per ekor hingga Rp 800.000 per ekor. ”Yang harganya tinggi, Rp 900.000 hingga Rp 1 juta per ekor, tidak laku,” bebernya.

Kendati situasi pasar cukup ramai, Martono menerangkan sebagian pengunjung hanya datang untuk melihat-lihat ternak. Salah seorang warga setempat, Wati, 35, merasakan harga ternak kambing saat ini masih mahal. Dia sendiri berencana membeli ke daerah lain seperti Magelang, mengingat harga kambing di wilayah tersebut lebih murah. ”Kemungkinan harganya hanya sekitar Rp 500.000 per ekor hingga Rp 600.000 per ekor,” kata dia. – Oleh : haa

Sumber: SOLOPOS/041208

Tags:
Categorised in:

No comment for DPKP pantau kesehatan ternak, harga naik penjualan kambing lesu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *