Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Cegah koflik antarwarga, Batas Jateng-DIY dipertegas

Cegah koflik antarwarga, Batas Jateng-DIY dipertegas

(0 Views) August 5, 2010 6:39 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) Pemerintah Provinsi Jateng dan DIY mempertegas batas wilayah kedua provinsi. Penegasan batas wilayah itu dilakukan demi menghindari konflik antarwarga.

Tim Pemprov Jateng dan Pemprov DIY, Selasa (3/8), memasang sembilan patok batas wilayah. Pilar-pilar itu antara lain didirikan di Desa Ngandong dan Desa Mlese Kecamatan Gantiwarno, Klaten, serta Desa Serut Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Kepala Bagian Administrasi Penataan Wilayah, Pemprov Jateng, Dwi Narini SH, di sela-sela memantau perapatan pilar di Perbukitan Seribu, Gantiwarno, mengatakan pemasangan patok bertujuan mengurangi konflik antardesa di kedua wilayah. Wilayah perbatasan itu umumnya berupa kawasan perbukitan dan hutan yang menurut Dwi menyimpan potensi konflik yang sering memicu perselisihan antarwarga sekitar.

“Perapatan pilar batas antara wilayah Jateng dan DIY dilakukan setelah ada Permendagri Nomor 9/2006,” papar Dwi. Dalam Permendagri itu, perincinya, jelas dicantumkan peta batas wilayah kedua provinsi. Meski demikian, perapatan dan pemasangan pilar itu tetap diperlukan sebagai tanda batas.

Sementara kayu

Perapatan batas, Selasa lalu, selain melibatkan kedua Pemprov juga dihadiri perangkat desa di perbatasan, pejabat Pemkab Gunungkidul, Pemkab Klaten dan BPN. Dwi menuturkan, meskipun ada pilar batas berupa patok, hal itu tidak akan mengurangi hak warga untuk mengelola tanah yang menjadi haknya.

Untuk sementara, tambahnya, patok yang dipasang berupa kayu. Bulan depan, lanjutnya, akan diganti patok tugu batas permanen. “Untuk wilayah Kabupaten Klaten ada sembilan titik yang akan dipasangi patok,” ungkapnya. Titik itu berada di wilayah Kecamatan Gantiwarno, Wedi dan Bayat.

Sementara, Kasubbag Pengembangan Wilayah, Pemprov DIY, Haryanta SH menuturkan, titik itu dipasang di wilayah desa yang berdekatan karena dinilai rawan konflik. Menurutnya, ada beberapa titik yang merupakan simpul tiga desa yang rumit sehingga harus diperjelas. Dengan batas pilar secara fisik, jelasnya, persoalan di perbatasan diharapkan tidak terjadi.

Wilayah DIY yang berbatasan dengan Jateng cukup banyak, membentang dari wilayah timur sampai barat dengan panjang 215 km. “Untuk batas itu dibutuhkan 213 pilar batas yang akan dipasang secara bertahap,” ungkapnya kepada wartawan. Dia mengatakan, Permendagri hanyalah batas maya di peta sehingga agar dipahami warga perlu batas riil. – Oleh : Rohmah Ermawati

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 05 Agustus 2010 , Hal.VI

 

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Cegah koflik antarwarga, Batas Jateng-DIY dipertegas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *