Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Bupati: Relokasi terserah warga

Bupati: Relokasi terserah warga

(79 Views) November 19, 2010 10:08 am | Published by | No comment

Klaten (Espos) Bupati Klaten Sunarna mengaku belum mengambil keputusan sama sekali terkait wacana relokasi bagi warganya yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III Desa Balerante, Kemalang.

Menurutnya, keputusan relokasi itu sepenuhnya ada di tangan warga yang selama ini menghuni tempat tinggalnya.

“Saya harus mendengarkan langsung aspirasi warga di sini. Kalau mau relokasi, ya ayo. Soal dana, pasti ada. Nggak usah khawatir. Tapi, kalau nggak mau, ya saya ikut saja. Mari dibicarakan penangannya bersama-sama,” kata Sunarna kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Desa Balerante, Kemalang, Kamis (18/11)

Saat ini, kata Sunarna, yang perlu dilakukan Pemkab Klaten ialah segera membangun hunian sementara atau selter bagi warga yang rumahnya telah luluh-lantak akibat letusan Gunung Merapi. Sebab, katanya, cepat atau lambat, warga yang terkena dampak langsung letusan Merapi, membutuhkan rumah untuk berteduh.

Karena itulah, menurut dia tidak ada salahnya jika Pemkab mengambil langkah lebih dini untuk menyiapkan rumah sementara bagi warganya yang hingga kini masih dalam pengungsian. “Segera kami bangunkan rumah sementara. Para warga yang rumahnya hancur akibat letusan Gunung Merapi akan kami buatkan rumah sementara,” katanya.

Untuk rencana ini, pihaknya tidak akan menghitung dana yang harus dikeluarkan. Berapa pun uang yang akan dikeluarkan, Pemkab Klaten sudah siap untuk mengantisipasinya. “Tentang jumlah dana yang harus disiapkan, berapa pun akan kami sediakan. Saya kira Pemkab mampu untuk itu. Jika tidak, kami bisa minta dari provinsi atau dari pusat. Tapi sekali lagi, saya kira Pemkab masih mampu untuk itu,” katanya.

Validasi

Untuk rencana pembangunan rumah sementara itu, lanjut Sunarna, saat ini sedang dilakukan validasi jumlah rumah yang harus dibangun. “Selain sedang kita validasi KK-nya, (Kartu Keluarga-red) tentu juga jumlah rumahnya. Dan mudah-mudahan ini segera terdata,” tandasnya.

Ditanya tentang lokasi, besar kemungkinan menggunakan lapangan Balerante. Kalau tidak memungkinkan, juga bisa dicari lahan milik pemerintah yang keberadaannya tidak jauh dari Balerante. Pertimbangannya, agar lokasi tersebut mudah dijangkau baik dari bawah maupun dari atas.

“Selter ini nanti sebagai tempat berteduh mereka selama rumah mereka yang di atas belum bisa direhabilitasi. Karenanya dipilih di Lapangan Balerante, agar mereka naik turunnya tidak terlalu jauh,” ungkapnya.

Pembangunan rumah sementara tersebut bersifat mendesak. Sebab sangat tidak mungkin warga akan hidup selama-lamanya di dalam pengungsian. Apalagi tempat-tempat pengungsian yang dipakai saat ini adalah bangunan-bangunan yang masih aktif, yakni bangunan sekolah, balai desa, kantor camat dan lain sebagainya.

”Kami menganggap untuk pembangunan rumah sementara ini bersifat mendesak,” tandasnya. Meski demikian Bupati Sunarna mengaku masih akan menunggu perkembangan Merapi hingga betul-betul reda. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 19 November 2010 , Hal.V



Tags:
Categorised in: ,

No comment for Bupati: Relokasi terserah warga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *