Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » Awas letusan besar!

Awas letusan besar!

(38 Views) November 6, 2010 12:15 am | Published by | No comment

Aktivitas Gunung Merapi semakin membahayakan. Sejak Rabu (3/11) siang hingga Kamis (4/11) malam, wedhus gembel terus mengamuk dengan luncuran mencapai 11,5 km.

Bahkan Kamis malam, warga di lereng Merapi merasakan adanya gempa. Guncangan gempa juga dirasakan warga di Sleman dan Magelang dalam radius lebih dari 20 kilometer dari puncak Merapi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan gempa itu disebabkan aktivitas Merapi. ”Saya harus bicara blak-blakan, kemungkinan akan terjadi letusan eksplosif yang luar biasa. Sekarang ini saja sudah lebih dari 24 jam erupsi besar tidak berhenti,” kata Surono, Kamis malam.

Ia mengatakan gejala gempa yang dirasakan sebagian warga semakin menunjukkan adanya aktivitas sangat kuat dari Merapi.

”Gempa yang dirasakan merupakan gempa dalam, yang belum pernah saya temui sebelumnya. Sebab selama ini Merapi hanya memiliki gempa luar,” tegasnya lagi. Ia sekali lagi mengkhawatirkan adanya eksplosif yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas Gunung Merapi yang sudah terjadi.

Hingga pukul 24.00 WIB, suara gemuruh terus terdengar. Bahkan warga Wonosobo juga merasakannya. Gara-gara peningkatan aktivitas yang mengkhawatirkan itu, Surono menyatakan wilayah aman ditingkatkan dari 15 km menjadi 20 km.

”Baru diputuskan radius diperpanjang menjadi 20 km,” demikian Staf Khusus Presiden, Andi Arief melalui akun Twitter. Hingga Jumat (5/11) dini hari, berlangsung evakuasi secara besar-besaran pengungsi di wilayah Sleman dan Klaten ke kawasan aman.

Sementara itu, jarak terjauh luncuran awan panas sekitar 11,5 km ke arah Kali Bebeng di lereng selatan Merapi.

”Dari hasil tinjauan lapangan, luncuran wedhus gembel sudah melewati Kali Bebeng dengan jarak luncur terjauh mencapai 11,5 km. Ini yang terpanjang saat erupsi sekarang,” ungkap Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Dr Sukhyar, kepada wartawan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Jl Cendana No 15 Yogyakarta, Kamis.

Luncuran ke Kali Boyong, kata dia, mencapai jarak 10 km. Sedang Kali Putih Magelang mencapai 11 km dan Kali Gendol sejauh 9,5 km. ”Oleh karena awan panas sudah mencapai radius 10 km, dusun-dusun di lereng Merapi harus dikosongkan. Ini untuk mengantisipasi warga-warga yang ngeyel.”

Sukhyar mengatakan di Magelang awan panas sudah turun sangat jauh hingga mencapai jarak 11 km. Dengan demikian desa-desa yang ada di wilayah bahaya perlu dipertimbangkan juga untuk dievakuasi. Menurut dia, sampai saat ini erupsi Merapi masih berlangsung. Pihaknya belum bisa memastikan kapan erupsi atau krisis Merapi ini akan berakhir. ”Erupsi ini merupakan kejadian baru dari Erupsi Merapi yang tercatat sejak tahun 1870.”

Dia menambahkan material Merapi yang sudah dikeluarkan sudah mencapai lebih dari 50 juta meter kubik. Hal ini juga menjadi ancaman yang cukup serius bila turun lahar dari puncak. Meski kapasitas sungai masih cukup memadahi, namun dia meragukan dengan kekuatan bendungan atau dam dan jembatan-jembatan yang dilaluinya.

Warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi juga diminta selalu mewaspadai kemungkinan adanya aliran lahar panas karena gunung tersebut sedang diguyur hujan deras. ”Hujan deras yang mengguyur Merapi sangat mungkin membawa material lahar panas ke sejumlah sungai sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada,” kata petugas Teknisi Instrumen Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja, Sapari Dwiyono, Kamis.

Sapari mengumumkan melalui alat informasi di BPPTK tentang kemungkinan adanya banjir lahar panas tersebut yang mungkin terjadi di beberapa sungai seperti Kali Boyong, Kali Kuning, Kali Gendol, Kali Woro, Kali Bebeng, Kali Bedog, dan Kali Krasak.

Data laporan aktivitas Merapi dari Badan Geologi, Kamis, sejak pukul 07.00 WIB–13.00 WIB semua pos melaporkan suara gemuruh terdengar dari jarak lebih dari 15 km. Awan panas juga dilaporkan masuk ke Kali Senowo dan Kali Trising dengan jarak 3,5 km, sedangkan di Kali Putih terjadi banjir lahar.

Pada pukul 07.00 WIB teramati kolom asap letusan berwarna putih keabu-abuan membumbung setinggi 8 km dari puncak Gunung Merapi. Sementara itu, bertambahnya material erupsi di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi berpotensi terjadi banjir lahar. ”Menyikapi aktivitas Gunung Merapi sekarang ada tiga opsi, ada gempa lalu selesai berarti aman. Kedua, ada kubah lava lalu berhenti dan yang ketiga ada magma dari bawah lalu keluar lagi, yang tidak saya inginkan adalah opsi ketiga,” tambah Surono.

”Meski saya tidak berharap seperti itu, hari ini awan panas keluar sampai 9 km kearah Kali Gendol, artinya ada tekanan yang sangat kuat dari dalam. Energinya tidak habis-habis dan yang jelas sampai sekarang belum berakhir. Sedangkan ada informasi yang mengatakan sampai 12 km saya belum tahu karena menerima laporan seperti itu,” katanya.

Surono melanjutkan, selain letusan, abu vulkanik serta awan panas dari Gunung Marapi, warga perlu mewaspadai pula terjadinya banjir lahar dingin yang bisa terjadi terutama pada saat musim hujan seperti sekarang.

Data kegempaan (seismisitas) Merapi tercatat gempa vulkanik sebanyak 20 kali, gempa guguran terjadi secara berentetan, gempa tremor secara berentetan dan awan panas juga terjadi secara berentetan atau terus menerus. Suara gemuruh yang terdengar di Dusun Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, menyebabkan rumah warga bergetar. – Oleh : JIBI/Harian Jogja/fia/aan/dtc/Ant

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 05 November 2010 , Hal.1


Tags:

cuaca manisrenggo tanggal 3 luncuran blak Ukm di desa gondangan jogonalan klaten terkini

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Awas letusan besar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *