Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » 8 Desa di Jatinom & Karangdowo peroleh bantuan sumur dalam

8 Desa di Jatinom & Karangdowo peroleh bantuan sumur dalam

(0 Views) June 4, 2009 10:30 am | Published by | 1 Comment

Jatinom (Espos) –  Sebanyak lima desa yang rawan kekeringan di Kecamatan Jatinom memperoleh bantuan sumur dalam dari Pemerintah Amerika Serikat. Kelima desa itu adalah Beteng, Bengking, Kayumas, Temuireng dan Sucokangsi.

Sementara itu, tiga desa di Kecamatan Karangdowo, yakni Tumpukan, Soka dan Karangjoho, mendapatkan alokasi bantuan serupa dari pemerintah pusat dan Pemkab Klaten.
”Bantuan bagi lima desa di Kecamatan Jatinom dari Pemerintah Amerika Serikat itu diberikan dalam bentuk pembuatan sumur dalam sehingga kami tidak tahu berapa nilai anggarannya. Pembuatan sumur dalam itu diberikan kepada wilayah yang rawan kekeringan dan kurang pasokan air minum,” terang Camat Jatinom, Jaka Purwanto SSos MM ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Menurut Jaka, pembuatan sumur dalam sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Mei lalu. Rencananya, imbuh dia, pembuatan sumur dalam itu diperkirakan selesai dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan. Dijelaskan dia, perkiraan anggaran untuk pembuatan satu sumur dalam berkedalaman 100 meter hingga 120 meter itu mencapai Rp 150 juta. Nantinya, imbuh dia, untuk mekanisme penarikan air akan dilakukan dengan manual yaitu dengan teknik injak.

“Penerapan teknik injak untuk menaikkan air dari sumur dalam itu dimaksudkan agar masyarakat lebih hemat energi dan bisa efisien ketika mendapatkan air khususya air minum. Lokasi pembuatan sumur dalam juga sengaja di tanah kas desa sehingga nantinya benar-benar digunakan bagi kepentingan umum,” terang Jaka.

Selain Pemerintah Amerika Serikat, Jaka mengatakan, dari pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sudah melakukan survei terkait sumur dalam. Dia berharap institusi tersebut benar-benar dapat merealisasikan pemberian bantuan sumur dalam bagi desa di Kecamatan Jatinom yang masih kekurangan air.

Dikisahkan Jaka, setiap musim kemarau tiba, kelima desa yang menerima bantuan sumur dalam itu merupakan daerah yang rawan kekeringan dari delapan wilayah rawan kekeringan di Kecamatan Jatinom. Tiga desa lain yang rawan kekeringan adalah Desa Tibayan, Randulanang dan Bandungan.
Biasanya, ucap dia, kekeringan melanda mulai pertengahan Juni. ”Di Jatinom ada delapan desa yang rawan kekeringan.”

Instalasi air bersih

Sementara itu, Camat Karangdowo, Masruri yang ditemui terpisah mengungkapkan, tiga desa di wilayahnya, yakni Desa Tumpukan, Soka dan Karangjoho pada tahun anggaran ini mendapatkan alokasi bantuan dana untuk pengadaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat dari pemerintah pusat dan Pemkab Klaten. Bantuan tersebut sedang dalam tahap sosialisasi oleh tim fasilitator dengan pemerintah desa (Pemdes) bersangkutan untuk persiapan realisasi pembuatan sumur bor atau sumur dalam.

”Total nominal bantuan Rp 275 juta terdiri Rp 192,5 juta dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Rp 27,5 juta dana penamping dari Pemkab Klaten, serta Rp 55 juta swadaya masyarakat,” ujar Masruri di kantornya, Minggu (31/5). – Oleh : kur/nad

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 04 Juni 2009 , Hal.VII

Tags: ,
Categorised in: ,

1 Comment for 8 Desa di Jatinom & Karangdowo peroleh bantuan sumur dalam

  • thoriq says:

    sip deh kalo pemkab klaten sudah mulai mengusahakan untuk mengatasi kekeringan. sedikit masukan untuk pemkab klaten ato siapa yg berwenang: jalur2 transportasi di daerah2 yang sering dilewati kendaraan2 besar udah pada hancur, mohon itu diperhatikan….yah memang mengadakan mungkin lebih mudah daripada memelihara, tapi bila kita berusaha pasti kita juga bisa memeliharanya…. sikap optimisme dan kepedulian yg dibutuhkan. oke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *