Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » MASYARAKAT » 75% Usaha cor logam Ceper terancam bangkrut

75% Usaha cor logam Ceper terancam bangkrut

(123 Views) January 4, 2009 6:05 am | Published by | 6 Comments

 Klaten (Espos) – Sekitar 75% dari 320 pengrajin usaha pengecoran logam di Ceper, Klaten, terancam gulung tikar menyusul terus sepinya order akibat krisis keuangan global.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten sendiri sudah angkat tangan dan berharap pemerintah pusat turun tangan mengatasi kondisi tersebut.

Manajer Koperasi Industri Batur Jaya, Afan Susanto, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (2/1), mengatakan meskipun sebagian besar pengusaha pengecoran logam mengandalkan pasar lokal, namun secara tidak langsung usaha tersebut terkena imbas keterpurukan resesi ekonomi global.

“Daya beli yang rendah membuat pesanan terus berkurang, terutama saat krisis finansial global terjadi,” ungkap Afan.

Afan memaparkan saat krisis moneter terjadi di Indonesia tahun 1997, usaha pengecoran logam di Ceper juga mengalami keterpurukan. Tapi, pada tahun 2004, kondisi itu perlahan-lahan mulai pulih. Sayangnya, keadaan tersebut tidak mampu bertahan hingga sekarang.

“Kini yang mampu bertahan tinggal segelintir. Sebagian besar, sekitar 75%-nya, kondisinya sudah kritis. Mungkin bisa dikatakan mati suri. Bahkan yang gulung tikar juga banyak,” terang Afan, tanpa menyebut secara pasti berapa jumlah pengusaha yang sudah bangkrut.

Sebelumnya, imbuh Afan, pengusaha pengecoran logam tersebut biasa memperoleh dua kali pesanan, masing-masing 15 ton logam per bulannya. Sedangkan untuk masa sekarang, mereka hanya memperoleh pesanan sekitar satu hingga dua kuintal logam per bulan. Untuk itu, sebagian pengusaha yang kategori kecil lebih memilih menitipkan pesanan mereka ke pengusaha berskala besar.

“Karena pesanan tidak seberapa, maka mereka pilih dititipkan ke yang lain, sehingga sebagian pengusaha besar kini cuma mengandalkan titipan itu saja,” jelasnya.

Sepinya pesanan, lanjut dia, membuat penghasilan yang diraup pengusaha terus menurun. Dia menambahkan omzet pengusaha kecil yang semula Rp 1 miliar per bulan turun menjadi Rp 100 juta per bulan.

Agar tidak semakin terpuruk, Afan berharap pemerintah membuat kebijakan untuk menyelamatkan home industry di Ceper itu. Pemkab juga diminta melakukan langkah praktis dan lebih memperhatikan para pelaku industri pengecoran logam. Sementara kunjungan belasan investor dari luar kota belum lama ini juga belum membuahkan hasil. Pasalnya, hingga sekarang belum ada yang bersedia menanamkan modal mereka di Ceper. “Perhatian dari pemerintah masih sangat kurang,” tukas Afan.

Terpisah, Murtini, 50, salah satu pengusaha kecil pengecoran logam memaparkan kondisi usahanya mulai memburuk sejak tiga tahun lalu. Selain akibat berkurangnya order, Murtini juga tidak mampu mempertahankan usahanya itu lantaran harga bahan baku juga terus naik. “Sekitar empat tahun lalu, harga logam per kilogram masih Rp 1.600-an. Tapi kini sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram.”

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Klaten, Mujaeroni, menyatakan Pemkab tidak mampu mengatasi kondisi tersebut. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat segera turun agar para pengrajin cor logam Ceper tidak semakin terpuruk.

Mujaeroni menyatakan pada saat krisis ekonomi, lima menteri pernah membahas soal Ceper ini, tapi sekarang belum bisa sepenuhnya bangkit. “Terakhir, belum lama ini ada lima belas investor yang melihat Ceper. Masalah Ceper sudah masalah nasional, karena kalau kabupaten tidak mampu mengatasi,” ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan pada saat booming, produksi logam bisa mencapai 700 ton per bulan, atau memasok sekitar 60% dari kebutuhan logam nasional. “Dari jumlah pengrajin sebanyak 350 pengusaha, sekarang hanya sekitar 20% yang masih bertahan. Sisanya bisa dikatakan mati suri.”

Dia berharap pemerintah pusat segera turun tangan dan memfasilitasi cor logam Ceper agar tetap bisa berkembang.

Pasang surut usaha cor logam di Batu

Oktober 2002

Usaha cor logam menurun dengan adanya penurunan permintaan menyusul terjadinya krisis ekonomi global dan membludaknya produk-produk cor logam dari Cina dengan tawaran harga jauh lebih murah.

Juni 2003

Ketua Koperasi Batur Jaya Ceper, H Anas Yusuf memperkirakan industri cor logam Ceper, Klaten, bakal hancur dalam waktu lima tahun ke depan. Prediksi itu didasarkan pada makin merosotnya kinerja usaha di kawasan itu yang mencapai 50%, dalam beberapa waktu terakhir ini.

Februari 2004

Pengusaha cor logam di Batur, Ceper menuntut perhatian dari pemerintah karena mereka kesulitan memperoleh bahan baku.

Mei 2004

Komisi V DPR berjanji akan memberikan bantuan teknis guna menyelesaikan persoalan permodalan, bahan baku dan pengaruh kebijakan pemerintah yang dirasakan para pengusaha industri cor logam di Batur, Ceper, Klaten.

Desember 2004

Briket kokas sebagai bahan baku industri cor logam langka, industri cor terancam.

Juli 2005

Fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar AS membuat pengusaha cemas. Sebagian besar kokas sebagai bahan bakar diimpor dari China dan pembeliannya menggunakan dolar AS.

Oktober 2005

Harga bahan baku melonjak pascakenaikan harga BBM. Harga rongsokan baja dan kokas sekarang ini masing-masing mencapai Rp 2.900/kg dan Rp 4.500/kg. Padahal, sebelum harga BBM melambung, harga kedua bahan baku tersebut hanya sekitar Rp 2.400/kg dan Rp 3.800/kg.

Februari 2007

Kurang lebih 50% pengusaha cor logam di Batur, Ceper, kolaps menyusul sulitnya mendapat bahan baku dan permodalan.

Sumber: Litbang SOLOPOS – Oleh : m74

 

Tags:

persaingan indusrti cor logam di ceper klaten bisnis pengecoran pabrik khusus pengecoran di klaten

Tags:
Categorised in:

6 Comments for 75% Usaha cor logam Ceper terancam bangkrut

  • madyana says:

    mohon dikirimkan alamat email salah satu pengusaha kecil pengecoran logam di ceper, klaten. tx

  • umardani nindya harjana says:

    Industri kecil logam dasar seperti di ceper akan mengalami era ” kebangkitan ” dilihat dari perspektif hasil product / out put yang di hasilkan,karena produk yang dihasilkan akan sangat dibutuhkan bagi manufactur / kehidupan manusia modern yang tidak bisa di pisahkan dengan budaya dan kehidupan manusia yang mengarah pada mekanisasi dan efisiensi.tergantung SDM dan Tehnologi yang dipunyai untuk mengisi pasar yang tersedia khususnya produk logam dan Alloy metal,diliat dari kepemilikan peralatan IKM Ceper telah melakukan lompatan tehnologi dengan dioperasikanya dapur peleburan yang menggunakan Induction Furnace,baik yang low frekwency,Medium frekwency maupun Hight frekwency yang dapat menghasilkan produk logam yang terstadarisasi dan dapat mengisi permintaan pasar akan kebutuhan logam – logam paduan / Alloy steel yang sebelumnya belum dapat terjamah oleh IKM logam Ceper dikarenakan keterbatasan tehnology yang di punyai yakni hanya Dapur Tungkik atau Cupola.jadi saat ini adalah eranya sentra industri cor logam Ceper maju dan berkembang dan saatnya menghapus stigma lama yakni produk yang identik dengan barang yang tidak berkualitas,dibuat asal-asalan,dan tidak dapat di pertanggungjawabkan secara tehnis menyangkut demensi,unsur logam,umur pemakaian produk logam dan lainya

  • ardianto says:

    Pada kenyataan hal ini sebenarnya sangat bisa di antisipasi oleh koprasi jika sejak awal diberikan perhatian khusus, tetapi koprasi terkesan egois mementingkan diri sendiri yang hanya fokus kepada pekerjaan yang dikelola koprasi yaitu pengadaan rem kereta api yang ordernya lancar teruz(sangat kontras dengan yang terjadi oleh tetangga dan termasuk anggotanya). penurunan order juga dikarenakan persaingan dagang khususnya hal harga yang bergejolak dengan tidak sehat, terjadi kekacauan dan kebingungan pasar karena tanpa standarisasi dan perhatian dari koprasi, hal ini menyebabkan pelaku usaha dengan modal kecil sampai menengah kollaps, tapi saya optimis kalo pengusaha yang rajin dan pintar mencari celah peluang akan selamat dan berjaya pada krisis ini.

  • Dear Sir,..Please send us the list of companies in Ceper Klaten… We could import as integrated .. and we could also subcontract our part of machine…
    Thank you …

    Helmi Maemozax,
    Ilham Treda Industri

  • Dear Sir ,..

    Please also send the Kokas specification …Thank you … Regards,.

    Helmi Maemozax
    PT. Ilham Treda Industri

  • Iksan says:

    secara umum kebutuhan sparepart industri maupun pengadaan mesin baru meningkat, tentunya harus diimbangi dengan penyediaan sparepart dari bahan cor khususnya meningkat pula. Dalam Industri Manufacturing pembuatan mesin mesin industri akan memilih bahan baku yang cocok dan relatif lebih murah diantara 2 pilihan. Kalau harga Produk cor lebih tinggi maka Manufacturing akan memilih bahan baku plate besi yang relative lebih murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *