Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » 4,5 Ton apem dilemparkan, pengunjung pun berebutan

4,5 Ton apem dilemparkan, pengunjung pun berebutan

(0 Views) January 30, 2010 1:11 am | Published by | No comment

Kegiatan sebaran apem yang memuncaki upacara adat Saparan di Jatinom, Klaten yang lebih populer dengan sebutan Yaqowiyu, Jumat (29/1), berlangsung semarak. Belasan ribu warga turut memeriahkan upacara yang digelar setahun sekali itu.

Antusiasme pegunjung sangat tinggi. Kendati upacara sebaran apem baru dimulai setelah Salat Jumat, namun sejak pagi hari, kondisi jalanan menuju Masjid Gedhe Jatinom sudah dipadati pengunjung. Menjelang upacara penyebaran apem itu berlangsung, tanah lapang yang digunakan untuk lokasi prosesi tersebut telah menjadi lautan manusia. Terik matahari tak menyurutkan niat mereka.
Di tanah lapang itu, dibangun dua buah menara yang tingginya sekitar delapan meter. Dari atas menara itulah, panitia yang mengenakan pakaian serba putih menyebar apem yang jumlahnya mencapai sekitar 4,5 ton. Ke kedua menara itulah pengunjung berusaha mendekat, dengan harapan lebih mudah mendapatkan apem yang disebar. Suasana semakin semarak kala upacara penyebaran apem berlangsung.
Ibarat memberi pakan ikan nila di kolam, gerombolan pengunjung berdesak-desakan mendekati tempat jatuhnya apem yang dilempar dari atas menara. Tidak sedikit dari mereka yang jatuh tersungkur karena berebutan dengan pengunjung lain.
Sebagian dari mereka bertepuk tangan menarik perhatian panitia di menara agar mau melemparkan apem ke arah mereka. Upacara pelemparan apem itu berlangsung sekitar 45 menit.
“Kata orang tua dulu, apem itu mampu menyuburkan tanah jika dikubur pada lahan pertanian,” tutur Sugiyo, 30, salah seorang pengunjung yang jauh-jauh datang dari Cepogo, Boyolali.

Musrik
Diakuinya, banyak kalangan yang menganggap kepercayaan terhadap apem itu diyakini membawa berkah itu adalah perbuatan musrik. Namun, bagi Sugiyo, Yaqowiyu merupakan upacara adat yang perlu dilestarikan.
“Banyak warga yang datang sekadar untuk memeriahkan acara ini. Mereka senang jika berhasil merebutkan apem yang dilempar. Terlepas itu musrik atau bukan, yang jelas kami ke sini untuk memeriahkan upacara adat yang digelar setahun sekali ini.”
Sri Mulyati, 38, warga Desa Krecek Kecamatan Delanggu mengaku baru kali pertama menyaksikan upacara adat Yaqowiyu. Sri mengaku penasaran dengan pemberitaan Yaqowiyu di media massa selama ini. “Ini kunjungan pertama saya. Ternyata Yoqowiyu sangat meriah.” – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 30 Januari 2010 , Hal.VII


Tags:
Categorised in: ,

No comment for 4,5 Ton apem dilemparkan, pengunjung pun berebutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *