Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » MASYARAKAT » 20.199 Warga masih buta aksara

20.199 Warga masih buta aksara

(61 Views) December 16, 2008 11:57 pm | Published by | No comment

Klaten (Espos) – Sebanyak 20.199 warga Klaten masih buta aksara. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) setempat menargetkan tahun 2009 mereka harus bebas buta aksara.

Demikian diungkapkan Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (Diklusepora) Dinas P dan K Klaten, Sunaryo, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/12). Sunaryo menjelaskan dari jumlah tersebut, 18.505 orang adalah perempuan dan tersebar di 26 kecamatan.
”Di Jawa Tengah, Klaten menjadi urutan ke tujuh yang paling banyak buta aksaranya. Maka dari itu, sejak 2006 kami bersama masyarakat berusaha menuntaskannya,” terang Sunaryo.

Pada tahun 2008 ini, penurunan jumlah buta aksara cukup signifikan. Pasalnya, sambung dia, setidaknya 18.103 warga sudah mengantongi Surat Keterangan Melek Aksara (Sukma) III atau tuntas tingkat pelestarian. Dan sebanyak 2.096 warga telah menerima Sukma II atau tuntas tingkat pembinaan.
”Sisa garapan untuk pemberantasan buat aksara masih sekitar 20.000 orang lebih,” paparnya.

Jalin kerja sama
Dalam pemberantasan buta aksara, Dinas P dan K menjalin kerja sama dengan lembaga atau kelompok sosial kemasyarakatan di wilayah setempat, terutama organisasi atau perkumpulan khusus perempuan, seperti Aisyiyah, PKK, serta Muslimat NU. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di kecamatan dan desa juga turut berperan serta dalam program pemberantasan buta aksara.
”Di Klaten sudah ada 23 PKBM. Dan 60%-nya telah berjalan efektif,” katanya.

Terkait hal itu, Kasi Pendidikan Kemasyarakatan (Dikmas) Subdin Diklusepora Dinas P dan K Klaten, Totok Wihartanto, menambahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sebanyak 26 tenaga lapangan dan 78 penilik pendidikan luar sekolah (PLS) mendata warga yang termasuk kelompok buta aksara.

Setelah dilakukan pendataan, mereka diminta membentuk kelompok belajar yang masing-masing kelompok terdiri minimal 20 warga. Mereka harus melalui beberapa tahapan. Untuk tingkat paling rendah, yaitu pemberantasan, kemudian tingkat pembinaan serta pelestarian.
”Jika lulus pelestarian akan memperoleh Sukma III. Itu setingkat kelas IV SD,” paparnya.

Program pemberantasan buta aksara membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pasalnya, anggaran untuk tahun 2009, mencapai Rp 3,5 miliar. Sedangkan tahun 2008 ini, sumber pendanaan berasal dari APBD kabupaten, APBD provinsi, serta APBN.
”Tahun ini, dari APBD provinsi senilai Rp 3,1 juta per kelompok, dari APBD kabupaten jumlahnya Rp 1,5 juta-Rp 2,25 juta per kelompok, dan dari APBN senilai Rp 3,17 juta per kelompok. Masing-masing untuk satu semester,” urainya.

Sisa garapan pemberantasan buta aksara Kabupaten Klaten 2008
Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
Prambanan 18 1.380 1.398
Gantiwarno 13 477 490
Wedi 16 984 1.000
Bayat 12 658 670
Cawas 22 891 913
Trucuk 15 899 914
Kalikotes 0 330 330
Kebonarum 6 364 370
Jogonalan 6 764 770
Manisrenggo 49 151 200
Karangnongko 35 525 560
Ngawen 0 420 420
Ceper 25 1.045 1.070
Pedan 75 705 780
Karangdowo 129 641 770
Juwiring 81 1.082 1.163
Wonosari 127 1.261 1.388
Delanggu 39 770 809
Polanharjo 264 1.040 1.304
Karanganom 455 944 1.399
Tulung 118 1.027 1.145
Jatinom 82 898 980
Kemalang 53 263 316
Klaten Selatan 47 273 320
Klaten Tengah 7 303 310
Klaten Utara 0 410 410
Jumlah 1.694 18.505 20.199
Keterangan: usia 15 tahun ke atas
Data dari Dinas P dan K Klaten. – Oleh : Hanifah Kusumastuti

Sumber: SOLOPOS/161208

Tags:

pkbm Di pedan klaten

Tags:
Categorised in:

No comment for 20.199 Warga masih buta aksara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *