Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KLATEN » 10 Calhaj siap mundur

10 Calhaj siap mundur

(39 Views) June 25, 2010 11:32 pm | Published by | 1 Comment

Klaten (Espos) Sebanyak 10 calon haji (Calhaj) dengan KTP Kecamatan Bayat menyatakan kesiapan untuk mengundurkan diri dari daftar Calhaj Klaten menyusul temuan Komisi I DPRD Klaten tentang indikasi pemalsuan KTP untuk mendaftar ibadah haji.

Indikasi pemalsuan KTP itu diperkuat hasil klarifikasi tim validasi KTP Pemkab Klaten yang dipaparkan Selasa (22/6). Dalam paparan itu, 10 Calhaj dengan KTP tang beralamat di Desa Wiro dan Kebon, Bayat, memanfaatkan KTP penduduk asli setempat dengan cara mengganti foto diri Calhaj ke lembar KTP itu. Padahal sebenarnya, 10 Calhaj itu berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Tim validasi KTP Calhaj Pemkab Klaten, Selasa lalu mengundang sejumlah camat untuk menglarifikasi 18 KTP Calhaj yang diragukan keabsahannya. Dalam pertemuan di Ruang B2 Setda Pemkab Klaten itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten, Sri Mulyati, memaparkan nama-nama Calhaj yang dipertanyakan KTP-nya lantaran domisili dan statusnya belum jelas.

Calhaj itu tersebar di enam kecamatan, yakni Prambanan, Ceper, Bayat, Klaten Tengah, Juwiring dan Delanggu. ”Saya meminta nama-nama Calhaj itu diteliti lagi dan hasilnya dilaporkan ke Bupati,” kata dia.

Menurutnya, pertemuan itu sedianya dipimpin oleh Sekda Indarwanto atau diwakilkan kepada Asisten I Hady Purnomo. Namun karena keduanya ada tugas lain, maka pihaknya diinstruksikan menyampaikan kepada Camat untuk melakukan klarifikasi nama Calhaj.

Sri Mulyati menambahkan, penelitian KTP Calhaj dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kalaupun ada yang sebenarnya tak berdomisili di wilayah setempat, meninggal dunia atau sudah mengundurkan diri sebagai Calhaj supaya dicek dan dipastikan. Menurutnya, hasil klarifikasi itu dilaporkan ke Bupati untuk diputuskan bagaimana langkah selanjutnya.

Dipaparkan olehnya, di Prambanan ada empat Calhaj berdomisili di luar Klaten. Namun setelah diklarifikasi, satu di antara mereka ternyata telah meninggal dunia, sedangkan satu lainnya mengundurkan diri. Sementara di Ceper, ada enam Calhaj yang diketahui berdomisili di Jakarta. ”Mohon dicek, apakah keenam Calhaj itu sudah dilengkapi surat pindah atau belum.”

Sedangkan di Desa Talang, Bayat; Desa Tonggalan, Klaten Tengah; Desa Jetis, Delanggu dan Juwiring masing-masing ditemukan dua nama Calhaj yang perlu diteliti ulang. Sri Mulyati menambahkan, prosedur pembuatan KTP harus benar-benar diperhatikan dalam rangka tertib administrasi yang mengacu UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Penyelesaian terbaik

Camat Bayat, Agus Sukoco, Rabu (23/6) kemarin, membenarkan ke-10 Calhaj itu telah bersedia mengundurkan diri. ”Untuk sementara, langkah itu merupakan penyelesaian terbaik daripada persoalan berlarut-larut,” kata dia.

Kesediaan mengundurkan diri ke-10 Calhaj itu menurut Agus, sudah dia laporkan ke Pemkab dan Kantor Kementerian Agama Klaten. Namun pengunduran diri secara pribadi dari masing-masing Calhaj, menurut dia akan disusulkan kemudian. Lebih lanjut, dia mengaku telah meminta keterangan perangkat desa setempat terkait permasalahan itu.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Klaten, HM Markum Darokah secara terpisah mengatakan, pihaknya belum menerima surat pengunduran diri ke-10 Calhaj itu. Namun diakuinya, sudah ada pemberitahuan bawah para Calhaj bersangkutan siap mundur.

”Untuk keputusan pencoretan Calhaj, tergantung rekomendasi Bupati dan keputusan Pusat.” – Oleh : Rohmah Ermawati

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 24 Juni 2010 , Hal.VI


Tags:

agus sukoco camat penemuan batu akik di bayat klaten

Tags:
Categorised in: ,

1 Comment for 10 Calhaj siap mundur

  • must hadi says:

    wah kok enak bener kalau cuma mundur ya, terus gimana dong dengan pelanggaran undang-undangnya, apa dibiarkannya…. wah … apa gitu ya penegakan peraturan di Klaten, ndak ada orang jera kalao gitu, yang ketemu ni pas sial aja, kalau gak ketemu ya tetep diulang lagi… kan ada enaknya ta..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *